Museum Sepi
Museum Sepi, Gen-Alpa Ngaku Mager dan Pilih Googling Sejarah
Museum mulai ditinggalkan Gen-Alpa. Mereka lebih sering mencari sejarah lewat HP dibanding datang langsung ke museum yang sepi pengunjung.
Penulis: Muhammad Nur Alqadri Sirajuddin | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Keberadaan museum yang menyimpan benda bersejarah dan karya seni bernilai tinggi kini mulai ditinggalkan oleh generasi Alpha atau Gen-Alpa.
Generasi Alpha adalah kelompok yang lahir antara tahun 2010 hingga 2024, tumbuh di era digital dengan akses informasi mudah lewat gawai.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, ada 442 museum di seluruh Indonesia.
Di Sulawesi Selatan, terdapat 17 museum yang tersebar di 11 kabupaten/kota.
Namun, pantauan Tribun-Timur.com di sejumlah museum seperti Benteng Rotterdam dan Benteng Somba Opu menunjukkan suasana sepi.
Salah satunya terlihat di Museum Karaeng Pattingalloang di Jl. Abd Kadir, Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa.
Anak Muda Akui Jarang ke Museum
Sopia (19), mahasiswi STIK Makassar, mengaku belum pernah ke museum dan tidak tahu berapa jumlah museum di Makassar.
“Tertarik untuk foto-foto sebenarnya, seperti lihat peninggalan sejarah, tapi saya belum pernah ke museum. Mungkin nanti ada rencana,” ucap Sopia, Rabu (18/6/2025) sore.
Menurutnya, sekarang informasi sejarah lebih mudah diperoleh melalui internet dan gawai.
“Mungkin karena sudah ada HP, tapi saya pribadi mungkin karena mager,” tambahnya.
Museum Asik, Tapi Lebih Sering Cari Sejarah di Internet
Rebecca (15), siswi SMP Budi Kasih Makassar, pernah ke museum, salah satunya Benteng Rotterdam.
Namun, dia jarang berkunjung di akhir pekan.
“Rencana ke museum tidak ada, karena tidak ada yang menemani,” ujarnya.
Meski begitu, Rebecca menilai berkunjung ke museum menyenangkan.
“Tapi kalau ke museum, asik juga, dapat pelajaran baru langsung,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MUSEUM-SEPI-SopiaMahasiswi-STIK-Makassar-000.jpg)