Poligami 'Antar' Muhammad Saleh Ridwan Jadi Profesor Hukum Perkawinan Islam
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) bakal "mencetak" tiga guru besar baru. Pengukuhan guru besar dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Edi Sumardi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) bakal "mencetak" tiga guru besar baru.
Pengukuhan guru besar dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22/5/2025) besok.
Ketiganya yakni Prof Dr Muhammad Wahyuddin Abdullah SE MSi Ak, Guru besar Bidang Ilmu Akuntansi Keuangan.
Kemudian Prof Dr Fatmawati SAg MAg, Guru Besar Bidang Ilmu Fiqh Siyasah/Fikih Politik.
Serta ada Prof Dr H Muhammad Saleh Ridwan MAg, Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Perkawinan Islam.
"Persiapan sudah rampung 100 persen, kami tiap professor yang akan dikukuhkan menyampaikan pidato pengukuhan 5-20 menit," jelas Prof Wahyuddin dalam Bincang Kampus live di kanal Youtube Tribun-Timur.com pada Rabu (21/5/2025).
Wahyuddin akan memaparkan pidato tentang pertanggungjawaban entitas bisnis.
Dalam penelitiannya, pertanggungjawaban bisnis sejatinya bukan hanya persoalan material, namun menyangkut sosial dan lingkungan.
"Entitas bisnis selama ini berorientasi pada aspek materi terutama keuntungan atau laba, maka saya akan paparkan pertanggungjawaban entitas bisnis bukan saja dalam bentuk materi tapi ada pertanggungjawaban lain sosial dan lingkungan," katanya.
Dipandang dari sisi syariah, manusia disebutnya hadir ke Bumi sebagai wakil tuhan.
Sehingga manusia turut bertanggungjawab kepada tuhan melalui sosial dan lingkungannya.
"Cara pertanggungjawaban entitas bisnis kita masih berorientasi ke manusia, utamanya kesejahteraan materi. Saya sudah kaji Ketika perusahaan akan sustainable, mendapat velue di masyarakat atau investor maka ada dua hal harus diperhatikan sosial dan lingkungan," katanya,
Saat ini, investor disebutnya sudah memiliki prinsip yang jelas.
Investasi pun diarahkan pada entitas bisnis yang menghindari eksploitasi alam.
"Investor sudah cerdas berprinsip tidak akan investasi pada entitas bisnis yang bawa ke neraka misalnya dengan eksploitasi alam. Tapi bagaimana investasi bisa dinikmati manfaat dan dapat keberkahan di perusahaan," katanya.
Fatmawati akan membawakan pidato tentang equilibrum demokrasi dan politik afirmasi antara solusi dan legitimasi.
Kajian demokrasi dan politik afirmasi menjadi konsentrasi penelitian Fatmawati.
Fatmawati melihat demokrasi menuntut adanya partisipasi aktif dan aspek keterwakilan.
Namun fenomena saat ini dipandang terjadi kesenjangan representasi, terlebih pada kaum marginal
"Terutama bagi kelompok termarginalkan,kelompok minoritas,perempuan,orang miskin masih terpinggirkan secara structural," kata Fatmawati.
"Untuk menjawab ketimpangan, lahir politik afirmasi yang dihadirkan sebagai strategi efektif sekaligus koreksi terhadap menciptakan keadilan substantif," lanjutnya mengatakan.
Afirmasi ini menjadi representasi kelompok tertentu. Telebih kelompok marginal.
Meski politik afirmasi menjadi sebuah solusi, namun disebutnya masih mendapat kritik tajam.
"Saya akan ulas apa problem kenapa politik afirmasi tidak lepas kritik. Perlu dijawab sejauh mana politik afirmasi mendukung demokrasi tanpa korbankan prinsip dasarnya," ujar Prof Fatmawati.
Saleh Ridwan fokus kajiannya terkait perkawinan poligami.
Poligami disebutnya masih menjadi perdebatan dari akademisi hingga masyarakat.
Perdebatan ini menimbulkan dua arus pemikiran yang berlawanan.
"Kelihatannya ada dua arus keras berkaitan poligami. Pertama arus cenderung menutup atau sangat memperkecil ruang terjadinya poligami. Kedua arus yang memudahkan poligami," katanya.
Saleh Ridwan pun membawa kajian menepatkan poligami di titik tengah.
Dirinya ingin mengungkap bahwa poligami tidak ditutup sepenuhnya, namun tidak juga dilonggarkan dalam praktiknya.
"Saya coba angkat berkaitan perkawinan poligami antara syariat, realitas sosial dan viralitas sehingga menurut hemat kami dari dua arus tadi saya berkesimpulan poligami pada prinsipnya di suatu yang sah menurut agama Islam. Tinggal cara, dan alasan," katanya.(*)
| AI Tirukan Suara Hj Fatmawati Rusdi, Penipu Catut Nama Wagub Sulsel via WhatsApp |
|
|---|
| AGH. Marzuki Hasan dan Maccopa |
|
|---|
| Waspada! Penipuan Catut Nama Wagub Sulsel Beredar di WhatsApp, Gunakan Foto dan Voice Note |
|
|---|
| Mengupayakan Ruang Perjumpaan Iman |
|
|---|
| Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UIN Alauddin, Prof Wahyuddin Halim: Akademisi Tidak Berhenti Belajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Prof-Fatmawati-Prof-Wahyuddin-dan-Prof-Muhammad-Saleh.jpg)