Waspada! Penipuan Catut Nama Wagub Sulsel Beredar di WhatsApp, Gunakan Foto dan Voice Note
Nama Istri Rusdi Masse dicatut lewat aplikasi WhatsApp (WA) dan platform digital lainnya.
Ringkasan Berita:
- Nama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dicatut pelaku penipuan digital lewat WhatsApp dan media sosial.
- Pelaku memakai foto profil Fatmawati serta menyebarkan flyer bantuan bertagar #Danabantuan2026 untuk meyakinkan korban.
- Pelaku menawarkan dana bantuan Rp50 juta dan meminta korban mengirim data pribadi seperti nama, alamat, nomor rekening, hingga identitas bank.
- Modus ini diperkuat dengan rekaman suara hasil teknologi AI yang dibuat mirip suara Fatmawati Rusdi.
TRIBUN-TIMUR.COM - Nama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dicatut orang tak bertanggung jawab.
Nama Istri Rusdi Masse dicatut lewat aplikasi WhatsApp (WA) dan platform digital lainnya.
Ia menjadikan foto Fatmawati Rusdi di akun WhatsApp (WA).
Kemudian menyebarkan flyer bertuliskan “Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman” dengan tagar #Danabantuan2026 yang digunakan untuk meyakinkan calon korban.
Pelaku juga mengirimkan pesan berisi tawaran dana bantuan sebesar Rp50 juta dan meminta korban mengisi data pribadi, mulai dari nama, alamat, nomor rekening, hingga identitas bank.
Pelaku memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membuat rekaman suara yang dimiripkan dengan suara Wakil Gubernur Sulsel guna meyakinkan calon korban.
Baca juga: Fatmawati Rusdi Bawa Harapan Baru bagi Kepemimpinan Perempuan
Modus penipuan berbasis AI belakangan menjadi perhatian karena mampu meniru suara maupun identitas visual tokoh tertentu secara meyakinkan.
Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Sulsel, Muhammad Salim Basmin, menegaskan tindakan tersebut merupakan bentuk penipuan digital yang meresahkan masyarakat.
“Ini merupakan hal yang tidak bisa ditolerir karena mencatut nama orang, apalagi seorang pejabat atau figur berpengaruh, yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan penipuan terhadap masyarakat,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Pelaku memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk WhatsApp dan media sosial, dengan menggunakan identitas pejabat untuk berkomunikasi dan membangun kepercayaan palsu kepada calon korban.
Pemprov Sulsel meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap pesan, panggilan telepon, maupun voice note yang mengatasnamakan pejabat pemerintah dan menawarkan bantuan atau meminta data pribadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggubris jika ada pihak yang mengatasnamakan pejabat Pemprov Sulsel dan meminta sesuatu yang mencurigakan. Segera laporkan kepada pihak berwajib,” kata Salim.
Pemerintah Provinsi Sulsel juga mengingatkan masyarakat agar tidak membagikan data pribadi maupun informasi rekening kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
Pemprov Sulsel menegaskan seluruh komunikasi resmi pemerintah dilakukan melalui kanal resmi yang dapat diverifikasi, serta tidak pernah meminta data pribadi maupun transfer dana melalui akun WhatsApp pribadi pejabat.(*)
| Ekonomi Tak Stabil, Operasional Panti Asuhan di Makassar Terjepit |
|
|---|
| CCTV Pantau Aktivitas Mencurigakan di Lorong-lorong Makassar, Bisa Konek dengan HP RT/RW |
|
|---|
| Ngopi Kamtibmas Mariso Jadi Ajang Curhat RT/RW ke Kapolres Soal Keamanan Lingkungan |
|
|---|
| Ngopi Kamtibmas di Mariso Perkuat Kolaborasi RT/RW dan Aparat |
|
|---|
| Bukan Sekadar Cukur, Buzzcut and Co Membangun Loyalitas Lewat Pelayanan Maksimal |
|
|---|
