Adu Kehebatan ST Burhanuddin dan Leonard Eben Ezer Eks Kajati Sulsel, Siapa Terkaya?
Dua sosok petinggi Kejaksaan itu kini jadi perhatian setelah munculnya isu pergantian Jaksa Agung.
Bukan hanya mengungkapkan soal bahasa daerah yang dikuasai, Burhanuddin juga mengungkapkan karakter aslinya yang tidak mencerminkan penampilan tegasnya di depan publik.
Pemilik nama lengkap Sanitar Burhanuddin itu mengaku sosok yang tidak pernah marah kepada para pegawainya.
"Saya itu tidak pernah marah, kalau saya marah kerjaan saya ambil alih. Saya konsep sendiri, saya ketik sendiri, baru itu marah. Tapi itu dulu, memang saya wajah sangar, tapi saya halus," tuturnya.
Soal penampilannya yang khas dengan kumisnya yang tebal, Burhanuddin mengatakan bahwa kumis tersebut sangat membuatnya percaya diri.
"Kalau saya enggak ada kumisnya itu saya culun, waktu masih pendidikan pertama masuk enggak ada kumisnya. Saya kelihatan culun kalau gak ada kumis," tuturnya lagi.
Profil Leonard Eben Ezer
Leonard Eben Ezer lahir di Tapanuli yang merupakan suku Batak, terletak di sebuah kawasan yang meliputi pesisir pantai barat Sumatra Utara hingga pesisir Danau Toba.
Namun, Leonard Eben Ezer Simanjuntak tak besar di sana, dia besar di Tarakan, Kalimantan Timur, Sukabumi dan Karawang.
Dia memiliki dua anak, laki-laki dan perempuan.
Perempuan telah bekerja, sementara anak laki-lakinya masih duduk di bangku kuliah.
Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebelumnya Dinas di Banten menjadi Kajati Banten selama setahun lamanya. Ia juga pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan Hukum atau juru bicara Jaksa Agung (Kejagung) RI.
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simajuntak. (tribunnews.com)
Tak hanya itu, ia juga sebelumnya pernah tugas di Papua Barat sebagai Wakil Kepala Kajati, dan selama bertugas selama 31 lamanya di dunia kejaksaan, ia baru kali ini bertugas di Makassar.
“Saya memang betul tidak pernah di Makassar hanya transit, karena dua kali saya berdinas di wilayah Papua yaitu Papua induk dan Papua Barat, jadi hanya transit pak, hanya untuk makan Coto Makassar,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak beberapa waktu lalu, di Rujab Gubernur Sulsel.
“Kami harus menjunjung tinggi adat istiadat yang ada di wilayah Sulsel, oleh karena itu, bapak Gubernur, para tokoh, Bupati, Wali Kota, mohon kami diberikan informasi kami diberikan bimbingan, agar kami tidak salah langkah dalam melaksanakan tugas kami, khususnya terkait terhadap adat dan budaya yang ada di Sulsel,” lanjutnya.
Saat ini, Leonard Eben Ezer bertugas sebagai kepala pusat Diklat Kejaksaan.
| Bersamaan Didik Farkhan Alisyahdi, Inilah Tiga Kajari di Sulsel Diganti Usai Usut Kasus Korupsi |
|
|---|
| Didik Farkhan Kajati Sulsel Promosi Jabat Sekretaris Jampidsus Sebulan Usai Tahan Bahtiar Baharuddin |
|
|---|
| Sosok Sila Pulungan Kajati Sulsel Pengganti Didik Farkhan, Belum Cukup Setahun di Babel |
|
|---|
| Kajati Sulsel Sidak Kejari Gowa Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran Idulfitri |
|
|---|
| Sosok Didik Farkhan Alisyahdi, Baru 5 Bulan Jabat Kajati Sulsel, Bahtiar Baharuddin Ditangkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/JAKSA-AGUNG-Adu-kehebatan-ST-Burhanudin-dan-Leonard-Eben-Ezer.jpg)