Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Media Massa 'Jurnalis', Apa Kabar?

MEDIA mainstream atau dengan istilah konvensional menghadapi tekanan besar akibat pergeseran konsumsi informasi ke platform digitaL.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Andi Fadli Dosen Jurnalistik UIN Alauddin/ Eks Jurnalis TV 

Oleh: Andi Fadli

Dosen Jurnalistik UIN Alauddin/ Eks Jurnalis TV

TRIBUN-TIMUR.COM - Kondisi media cetak, radio, tv serta portal online di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan dinamika yang kompleks, ditandai oleh tantangan disrupsi digital, tekanan ekonomi, dan regulasi yang berubah-ubahi.

MEDIA mainstream atau yang lebih di kenal dengan istilah konvensional menghadapi tekanan besar akibat pergeseran konsumsi informasi ke platform digital dan media sosial.

Fenomena ini menyebabkan penurunan jumlah pengunjung ke situs berita dan aplikasi, serta penurunan pendapatan (iklan), yang memaksa beberapa perusahaan media untuk mengurangi jumlah jurnalis .

Beberapa stasiun televisi seperti ANTV dan Net TV mengalami kesulitan finansial yang mencerminkan perubahan besar dalam ekosistem komunikasi massa.

Jika beberapa tahun lalu sejumlah harian besar seperti Harian Republika dan Suara Pembaruan Jakarta (nasional) resmi menutup versi cetak, setahun terakhir sejumlah stasiun televisi mengumumkan efisiensi karyawan termasuk jurnalis.

Data setahun terakhir menunjukkan sekitar lebih dari seribu jurnalis mengalami ‘pensiun dini’ dari tempat mereka bekerja selama puluhan tahun.

Bahkan bulan lalu, Kompas TV juga ikut melakukan efisiensi dengan memberikan pesangon ratusan karyawan serta I news TV yang mengumumkan menutup semua kantor biro seluruh Indonesia.

Pertanyaan apakah jurnalis sekarang baik-baik saja?

Pertanyaan itu sangat mudah di jawab, bahwa perusahaan media sangat tidak baik-baik saja.

Perusahaan media massa mengalami trend yang sangat memprihatinkan. Setidaknya itulah gambaran dan pengalaman jurnalis yang pernah  penulis lalui sejak 90 an hingga saat ini (masa kejayaan media cetak, radio dan televisi (tahun 2000-an).

Keresahan hampir dialami oleh semua jurnalis atau wartawan di Indonesia juga membuat keprihatinan anggota DPR RI Syamsul Rizal saat silaturahmi di kantor Aliansi Jurnalis Independen Makassar.

Sebuah keresahan tentang jurnalisme hari ini, dan kekhawatiran akan masa depannya."Dunia jurnalisme sekarang menghadapi ancaman yang ekstrem," ungkapnya seolah ingin menegaskan bahwa ini bukan hanya soal profesi, tetapi tentang nilai. 

Bagi beberapa senior AJI dan pimpinan  media semua sepakat bahwa, jangan sampai dunia jurnalisme sekarang dan nantinya tinggal kenangan. Bahwa, profesi jurnalis bukan sekadar penyampai kabar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved