Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

May Day 2025

200 Personel Wajo Sulsel Siaga Meski tak Ada Demonstrasi Hari Buruh

Polres Wajo siagakan 200 personel peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Muh Hasim Arfah
Ciwink/Humas Polres
SIAGA HARI BURUH- Personel Polres Wajo saat Apel Siaga peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Markas Komando Polres Wajo, Jl Rusa, Sengkang, Kamis (1/5/2025). Polres Wajo siagakan 200 personel peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025. 

TRIBUNWAJO.COM,SENGKANG - Meski tidak ada aksi yang dilakukan Buruh, Polres Wajo siagakan 200 personel peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025.

Hal itu ditandai dengan Apel Siaga di Markas Komando Polres Wajo, Jl Rusa, Sengkang, Kamis (1/5/2025)

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho mengungkap Apel itu dilakukan sebagai bentuk kesiapan pengamanan terhadap potensi aksi unjuk rasa.

"Kami bersiaga meskipun tidak ada aksi tetapi hal itu untuk memastikan bilamana ada penyampaian aspirasi serta aktivitas masyarakat berlangsung aman, tertib dan kondusif," ujarnya, Kamis (1/5/2025)

Meski begitu, pihaknya juga meminta personel siaga hingga malam hari.

Pantauan Tribun-Timur.com, hingga sore ini, belum ada agenda aksi buruh di wilayah Wajo.

"Dalam menghadapi kemungkinan perkembangan situasi, kami mengingatkan agar personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan pengamanan hingga malam ini," tegasnya.

Diketahui, personel Polres Wajo disiapkan dengan alat pengamanan lengkap.

Mulai dari motor patroli, senjata gas air mata tipe Flash Ball Carbon serta tameng huru hara.

Sejarah Hari Buruh 

Dikutip dari wikipedia.com, Hari Buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial.

Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers.

Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja pada era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved