Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Makassar Darurat Sampah, Wali Kota Munafri Arifuddin Cek Proyek PSEL Rp3 T

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyatakan, Makassar darurat sampah. 

Editor: Muh Hasim Arfah
Desain tribun timur/data DLH Makassar
SAMPAH MAKASSAR- Produksi sampah warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan terus naik setiap tahun. Pada tahun 2024 lalu, produksi sampah warga Makassar tembus 1000 ton per hari.  

Hadirnya PSEL akan mengurai sampah rumah tangga menjadi energi terbarukan. 

Munafri sangat konsen terhadap kebersihan lingkungan, selain mengandalkan proyek PSEL, ia juga berencana mendatangkan insinerator.

Incinerator merupakan teknologi pembakaran sampah untuk mengurangi volume dan bahayanya.

"(Incinerator) salah satu proses dalam jangka pendek, tapi kita harus cari insinerator yang tidak berdampak jelek bagi lingkungan, sehingga ada beberapa yang ingin kita perbaiki dalam wilayah itu, supaya insinerator ini benar-benar bisa menjadi problem solving dari masalah itu, jadi saya bilang salah satu alternatifnya inseni," paparnya. 

Sampah Makassar

Volume dan permasalahan sampah menjadi salah satu isu melanda Kota Makassar, yang tiap tahunnya terus meningkat. 

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DHL) Kota Makassar, jumlah produksi sampah yang dihasilkan pada 2021 diperkirakan mencapai 868 ton per hari.

Sedangkan 2022, meningkat cukup tinggi mencapai 905 ton per hari. 

Menurut Kepala DLH Makassar, Ferdi pada 2024, jumlah produksi sampah diprediksi akan meningkat pesat sekitar 4,1 juta ton lebih. 

DLH juga mendata setiap orang di Makassar menghasilkan sampah rata-rata 0,6 kg per hari.

“Namun, apabila penduduk Kota Makassar sebanyak 1,5 juta maka menghasilkan 1.100 ton per hari di tempat pembuangan akhir (TPA) Antang,” katanya mengutip beridata, Rabu (9/10/2024) lalu.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Hasbi mengatakan, sampah di Kota Makassar mencapai 4,1 ribu ton per tahun. 

Situasi ini menurutnya, harus ditangani serius.(Tribun-timur.com/siti aminah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved