Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hijab Etnik Berbasis Alam, Andi Tiara Sulap Limbah Kulit Pisang Jadi Pewarna Berkelas

Andi Tiara mengembangkan teknik pewarnaan hijab menggunakan ekstrak kulit pisang, limbah organik yang biasanya dianggap tak bernilai.

Editor: Muh. Abdiwan
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
PEWARNA PISANG - Owner Zaini Hijab, Andi Tiara Purnama Pertiwi Rahman memperlihatkan aneka koleksi hijab dengan pewarna alami dari kulit pisang di Workshop Zaini Hijab Jl. Korban 40.000 Jiwa No. 119, Makassar, Selasa (5/3). Andi Tiara mengembangkan teknik pewarnaan hijab menggunakan ekstrak kulit pisang, limbah organik yang biasanya dianggap tak bernilai yang menghasilkan warna-warna lembut yang alami dan menjadikan produknya lebih ekologis dan aman bagi kulit. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dibalik kain hijab yang anggun dan penuh warna, tersimpan cerita inspiratif dari seorang ibu rumah tangga bernama Andi Tiara Purnama Pertiwi Rahman.

Dengan modal awal hanya Rp100.000, ia memulai usaha kecil-kecilan dengan menjual hijab ke keluarga dan kerabat sekitar.

Kini, melalui brand Zaini Hijab, ia berhasil menembus pasar nasional hingga internasional dengan satu kekuatan utama, inovasi ramah lingkungan berbasis pewarna alami dari kulit pisang.

Di tengah maraknya produk hijab berbahan sintetis dan pewarna kimia, Andi Tiara mengambil jalan berbeda. Ia mengembangkan teknik pewarnaan hijab menggunakan ekstrak kulit pisang, limbah organik yang biasanya dianggap tak bernilai.

Proses ini bukan hanya menghasilkan warna-warna lembut yang alami, tetapi juga menjadikan produknya lebih ekologis dan aman bagi kulit.

“Saya ingin hijab saya bukan cuma indah, tapi juga punya nilai lebih. Bukan hanya estetika, tapi juga ramah lingkungan dan mencerminkan kepedulian terhadap alam,” ujar Andi Tiara. Rabu (17/4).

Kulit pisang yang digunakan diproses secara khusus untuk menghasilkan pewarna alami, lalu diaplikasikan dengan metode DTF Printing untuk mencetak motif khas seperti Lagosi, Pinisi, dan Pakkarena. Warna yang dihasilkan cenderung earthy dan elegan menjadi ciri khas tersendiri dari Zaini Hijab.

Lebih dari sekadar tren, inovasi pewarna alami ini menjadikan Zaini Hijab bagian dari gerakan fashion berkelanjutan (sustainable fashion) di Indonesia.

Hijab-hijabnya tak hanya cantik dipandang, tapi juga ramah bagi bumi. Teknik pewarnaan ini kini menjadi nilai jual utama dan pembeda Zaini Hijab dibanding produk sejenis di pasaran.

Kesuksesan Zaini Hijab juga mendapat dorongan besar dari kemitraan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sejak 2021,

Zaini Hijab resmi menjadi mitra binaan BRI, dan memperoleh dukungan melalui program Rumah BUMN BRI Makassar.

Dukungan ini meliputi pelatihan, pembiayaan, digitalisasi, hingga partisipasi dalam pameran-pameran besar, termasuk BRI Brilianpreneur 2025, di mana Zaini Hijab menjadi salah satu dari 14 UMKM yang mewakili Makassar.

Melalui workshop-nya di Jalan Korban 40.000 Jiwa No. 119, Makassar, Andi Tiara kini terus bereksperimen dengan inovasi berbasis alam.

Salah satu hasil terbaru adalah koleksi hijab lukis edisi Ramadan yang terinspirasi dari alam dan diproduksi dengan teknik pewarnaan kulit pisang yang makin disempurnakan.

Produk-produk ini kian diminati oleh konsumen yang peduli terhadap keberlanjutan dan etika produksi.

Halaman
12
Tags
Makassar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved