Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Petani Pilih Jual ke Tengkulak, Bulog Dinilai Tak Jamin Serapan Gabah

Petani di Pinrang masih jual gabah ke tengkulak meski harga tinggi. Tapi timbangan dipotong hingga 10 kg. Bulog dinilai belum beri jaminan penyerapan.

Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Rachmat Ariadi/Tribun-Timur.com
PETANI PINRANG - Petani di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, saat memanen padi beberapa waktu lalu. Petani di Pinrang masih jual gabah ke tengkulak meski harga tinggi. Tapi timbangan dipotong hingga 10 kg. Bulog dinilai belum beri jaminan penyerapan.  

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG – Jaminan pemerintah untuk membeli gabah petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg) belum membuat para tengkulak jera.

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, praktik curang dengan memotong timbangan gabah milik petani masih terjadi.

Seorang petani bernama Syukri mengatakan, banyak petani di Pinrang masih menjual gabah ke tengkulak.

Menurutnya, petani tergiur karena ditawari harga Rp 6.700 per kg. Namun, tengkulak memotong timbangan gabah hingga 10 kg.

“Masih banyak yang menjual ke tengkulak. Harganya memang Rp 6.700, lebih tinggi dari pemerintah yang Rp 6.500 per kg. Tapi mereka (tengkulak) potong sampai 10 kg. Justru petani rugi,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Senin (14/4/2025).

Terpisah, Sekretaris Serikat Petani Indonesia (SPI) Pinrang, Abdul Rasyid, mengatakan banyak petani memilih menjual ke tengkulak karena Bulog selektif dalam menyerap gabah.

Menurutnya, Bulog tidak bersedia membeli gabah yang sudah terkena air hujan, sehingga petani kesulitan menjual hasil panen ke lembaga tersebut.

“Kalau musim hujan begini, Bulog pilih-pilih gabah. Biasanya kalau gabah sudah kena air, tidak mau diambil. Jadi daripada gabah tidak laku, petani pilih ke tengkulak,” ungkapnya.

Ia juga menilai, Bulog belum bisa menjamin penyerapan seluruh gabah petani Pinrang.

“Tidak ada jaminan. Seandainya Bulog tidak pilih-pilih, mungkin bisa. Tapi kalau tidak diangkut juga, kasihan petani,” ucapnya.

“Soal potongan, itu permainan lama tengkulak. Sudah sering kami RDP ke DPRD, tapi tidak ada tindakan. Masalahnya tetap, tidak ada jaminan gabah diserap semua. Jadi, petani dirugikan sampai 10 kg itu,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Bulog Pinrang mengklaim telah menyerap lebih dari 28 ribu ton gabah kering panen (GKP) dari petani di sejumlah wilayah.

Juga tercatat pengadaan beras sebanyak 7.596 ton.

“Sampai saat ini sudah lebih 28 ribu ton gabah kering panen diserap, dan 7.596 ton untuk pengadaan beras. Termasuk dari Kecamatan Duampanua dan Patampanua,” kata Kepala Bulog Pinrang, Ivan Faisal, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (11/4/2025).

Ivan menyebut, pembelian gabah tetap mengikuti HPP yaitu Rp 6.500 per kg.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved