Dilema Petani Luwu: Harga Bulog Menggiurkan, Jeratan Tengkulak Sulit Dilepas
Hubungan ekonomi terjalin sejak masa tanam, menjadi alasan utama gabah petani sulit langsung masuk ke gudang pemerintah.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Meski Perum Bulog menawarkan harga beli lebih tinggi, sebagian besar petani di wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ternyata masih terjebak dalam pelukan tengkulak.
Hubungan ekonomi terjalin sejak masa tanam, menjadi alasan utama gabah petani sulit langsung masuk ke gudang pemerintah.
Rasyidin (60), seorang petani di Desa Pammesakang, Kecamatan Bua, mengakui kondisi tersebut.
Pada panen terakhir, ia terpaksa melepas gabahnya ke pedagang pengumpul dengan harga Rp6.300 per kilogram.
"Kalau ke pedagang pengumpul harganya Rp6.300 per kilogram. Sebenarnya saya tahu Bulog beli Rp6.500 per kilogram. Tentu saya mau ke Bulog kalau bisa, harganya lebih tinggi, selisihnya lumayan buat tambahan untung," kata Rasyidin, kepada Tribun-Timur.com, Jumat (17/4/2026).
Bulog Klaim Serapan Capai 61 Ribu Ton
Kepala Cabang Perum Bulog Palopo, Maysius, mengungkapkan serapan gabah di wilayah kerjanya (Luwu Raya dan Tana Toraja) terus digenjot.
Hingga April 2026, realisasi sudah mencapai 67,9 persen.
"Target kami tahun ini 101 ribu ton, dan saat ini sudah terealisasi 61 ribu ton," ungkap Maysius.
Ia mengaku, meski Harga Pembelian Pemerintah (HPP) berada di angka Rp6.500, fakta di lapangan menunjukkan harga di tingkat petani terkadang sudah berada di atas ketentuan tersebut.
Artinya, harga gabah saat ini sedang dalam kondisi yang sangat baik bagi petani.
Maysius menyebut, para pedagang pengumpul memiliki posisi tawar kuat karena memberikan modal bagi petani sejak awal musim.
"Petani susah lepas karena dibantu sejak awal, mulai dari pupuk, biaya tanam, sampai pinjaman uang. Kadang kami mau beli, tapi gabahnya sudah 'ada yang punya' padahal belum dipanen karena sistem ijon itu," bebernya.
Untuk memutus rantai ketergantungan ini, Bulog mulai menerapkan skema baru.
Maysius menambahkan, Bulog kini memiliki tim jemput pangan.
| Potret Ketua DPRD Luwu Kenakan Seragam Loreng Ikuti KPPD Lemhanas |
|
|---|
| Sosok Bupati dan Kolonel TNI Tampil di Wisuda UMI 2026 |
|
|---|
| Setahun Disusun, Naskah Akademik Provinsi Luwu Raya Akhirnya Rampung |
|
|---|
| Dapur MBG Luwu Terhenti, KPPG Kendari Soroti Peran Korcam di Lapangan |
|
|---|
| Bupati Luwu Utara Temui Mentan Amran, Dorong Penguatan Sektor Pertanian dan Perkebunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HARGA-GABAH-luwu-Potret-gabah-sedang-dijemur-setelah-habis-panen.jpg)