Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Petani di Sinjai Diminta Tanam Bibit Padi Umur Pendek

Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Kamaruddin meminta petani gunakan bibit padi varietas ganjah. 

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
PETANI SNJAI - Petani menggarap sawah di Desa Gareccing untuk mempersiapkan musim tanam ke 2 tahun ini. Petani di daerah itu bergantung pada air hujan 

TRIBUNSINJAI.COM, BIKERU - Dinas Pertanian Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan meminta masyarakat petani untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang El Nino.

Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Kamaruddin meminta petani gunakan bibit padi varietas ganjah. 

Bibit padi tersebut yang tidak lama waktu panen.

"Petani harus percepat tanam, penggunaan varietas umur genjah," kata Kamaruddin, Rabu (15/4/2026).

Ia juga meminta petani untuk mengoptimalisasi pemanfaatan pompa bantuan pemerintah.

"Dan petani tetap berdoa semoga dampaknya di Sulawesi Selatan minim," katanya.

Ia juga berharap agar irigasi yang dibangun atau rehab Kementerian PUPR sudah dapat berfungsi optimal.

Petani di Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan sedang berpacu waktu menggarap sawah.

Para petani pasca panen langsung menggerakan mesin handtraktor lalu mengolah lahan sawah untuk persiapan tanam.

"Itu yang ada airnya, tapi banyak yang sudah kering karena curah hujan mulai berkurang sejak April ini," kata Ambo Dalle, seorang petani di desa itu.

Ada 600 hektar sawah yang mengandalkan air hujan di kecamatan tersebut.

Mulai Selasa (14/4/2026) malam hingga dinihari tadi, petani di daerah itu begadang menjaga air di masing-masing sawahnya.

Mereka khawatir jika air di sawahnya ada yang alirkan ke sawah orang lain maka tidak bisa bersawah lagi.

Setiap tahun, petani di daerah itu krisis air irigasi jika hujan tak turun.

Air irigasi dari Bendungan Apareng tak mampu memenuhi kebutuhan air untuk persawahan jika hujan tak turun.

Meski sejumlah embun yang telah dibangun pemerintah tak berfungsi karena ikut kering.

Petani berharap agar pemerintah dapat mengadakan teknologi tepat guna untuk memaksimalkan aliran Sungai Gofa-Dada Karampuang Gareccing. 

Air sungai deras tersebut terbuang bebas ke laut Teluk Bone bagian Selatan. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved