Opini Airah Amir
World TB Day: Jalan Panjang Eliminasi Tuberkulosis
TB telah menyebabkan kematian pada sepertiga penduduk dunia sejak bakteri penyebab TB ini ditemukan.
Oleh: dr Airah Amir
Dokter dan Pemerhati Kesehatan Masyarakat
TRIBUN-TIMUR.COM - Diperingati setiap tanggal 24 Maret, hari Tuberkulosis (TB) sedunia tahun 2025 ini mengambil tema “Yes! We Can End TB: Commit, Invest, Deliver. Kita bisa mengakhiri TB: Berkomitmen, Berinvestasi, Berhasil).
Tanggal 24 Maret 1882 adalah hari dimana Robert Koch, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab TB yang menjadi langkah awal dalam diagnosis dan penyembuhan penyakit ini.
TB merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang organ paru manusia dan dapat pula menyerang organ selain paru atau disebut TB ekstra paru.
TB telah menyebabkan kematian pada sepertiga penduduk dunia sejak bakteri penyebab TB ini ditemukan.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Pada tahun 2024 lalu, jumlah masyarakat Sulsel yang terjangkit penyakit ini mencapai angka 29.213 orang, angka
tersebut mencakup 64 persen dari total target penemuan kasus yaitu di angka 46.000.
Sedangkan pada tahun 2023, data hingga Oktober tahun 2023 menyebutkan kasus TB di Sulawesi Selatan mencapai 21.667 kasus. (bblabkesmasmakassar,go,id, 10/11/2024)
Kota Makassar menjadi kota dengan prevalensi TB tertinggi di SulSel mencapai 9.778 kasus dengan sekitar 51.302 orang yang diduga terjangkit TB.
Selanjutnya Kabupaten Gowa dengan 2.091 kasus dan Kabupaten Bone dengan jumlah 2.013 kasus.
Capaian deteksi kasus diharapkan meningkat sebab semakin tinggi capaian penemuan kasus, maka semakin banyak pula penderita yang dapat diobati yang selanjutnya menekan jumlah penularan penyakit TB.
Namun TB masih menjadi momok, sebab kasus masih ditemukan dalam jumlah yang tidak sedikit.
Kemenkes melaporkan pada tahun 2024 berdasarkan data Global TB report (GTR), Indonesia masih menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TB terbanyak di
dunia.
Laporan ini sekaligus mengungkapkan data terkait TB global untuk 3 tahun terakhir yang menunjukkan adanya peningkatan kasus TB di dunia.
Terdapat 7,1 juta kasus TB tahun 2021, meningkat menjadi 7,5 juta kasus tahun 2022 dan 8,2 juta kasus tahun 2023.
Penyakit TB sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan. Penyakit ini menular melalui udara sebagai medianya.
TB dapat menular dengan mudah melalui droplet yang terbawa ke udara dan orang yang kontak langsung dengan pengidaplah yang berisiko tinggi untuk tertular TB.
Apalagi tingkat kesadaran masyarakat terhadap gejala TB masih rendah sebab masih banyak masyarakat yang belum memahami gejala umum TB yaitu batuk berkepanjangan hingga 14 hari atau lebih, berkeringat di malam hari, demam, dan penurunan berat badan.
Akibat ketidakpahaman ini, banyak yang beranggapan bahwa batuk yang dialaminya merupakan batuk biasa yang dapat disembuhkan dengan obat batuk yang dapat dibeli bebas.
Ditambah lagi rasa takut dan malu akan diagnosis TB sebab stigma negatif yang melekat pada penderita TB dan minimnya dukungan keluarga terhadap penderita TB.
Sebab
Pengobatan TB memerlukan waktu yang tidak sedikit yaitu sekitar 6 bulan bahkan hingga 12bulan secara tuntas.
Sehingga support dari keluarga sangat diperlukan sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dari pasien tersebut.
Persepsi pasien terhadap penyakit yang dideritanya juga menjadi kendala dalam pengobatan tuntas penyakit TB.
Persepsi negatif terhadap diri sendiri terkadang akibat pemahaman salah terhadap penyakit TB yaitu menganggap TB penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Kedisiplinan dalam terapi TB dalam jangka waktu yang tidak sedikit juga menyebabkan kebosanan dan juga efek samping yang ditimbulkan dari pengobatan TB terkadang menyebabkan pasien TB memutuskan untuk menghentikan pengobatan.
Sehingga tantangan eliminasi TB pun kian sulit. Ditambah lagi dengan kasus kuman TB yang resisten antibiotik dan terjadi koinfeksi atau infeksi gabungan dengan penyakit HIV
disamping menyerang kelompok rentan yang identik dengan warga dibawah garis kemiskinan.
Selain itu angka kematian yang tinggi, banyaknya kasus TB yang hilang, munculnya kasus resistensi obat yang parah dan penurunan insiden TB yang lambat.
Melihat fakta diatas,menjadi penting untuk melakukan pencegahan yang dilakukan pada semua aspek kehidupan.
Mulai dari keluarga, masyarakat dan ada pula peran negara didalamnya.
Deteksi dini serta penemuan kasus serta pengobatan yang tepat dan keteraturan pasien dalam terapi obat TB mendukung pemutusan rantai penularan TB di masyarakat.
Akhirnya yang perlu dipahami adalah kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga sakit pun tetap berada pada aspek ruhiyah yaitu sandaran solusi dikembalikan
kepada bagaimana Islam melalui sistem politik kesehatan memberikan solusi atasnya.
Politik kesehatan Islam adalah pengurusan kepentingan publik dalam hal kesehatan dengan sudut pandang Islam.
Dilakukan secara praktis oleh negara melalui sistem promotif, preventif dan kuratif dengan sistem kesehatan Islam sebagai tataran praktis.
Termasuk realisasi prinsip penanggulangan TB didasari pada konsep promotif -preventif berbasis konsep pembiayaan baitulmal.
Peran negara menjadi penting dengan memaksimalkan upaya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Juga memberikan layanan pendidikan dan kesehatan gratis yang dengan kemudahan tersebut mudah bagi masyarakat untuk menciptakan sanitasi yang bersih dan menyediakan makanan dengan gizi yang mencukupi bagi keluarga sebagai upaya preventif untuk mencegah penyakit menular di masyarakat.
Dibutuhkan konsep tracing-testing-treatment yang berkualitas, didukung oleh kepemimpinan politik yang sepenuhnya mendukung tuntasnya penyakit ini.
Melalui ketersediaan dan ketersebaran sarana penunjang diagnostik, kemudahan administrasi dan pemeriksaan yang cepat dan akurat di fasyankes yang ditunjuk bagi pelaksanaan program TB. wallahu a’lam
| Menuju Musda Golkar Sulsel, Podcast Tribun Timur Kupas Siapa Paling Layak Jadi Ketua |
|
|---|
| Resmob Polres Sinjai Gerebek Sabung Ayam di Tellulimpoe, Pelaku Kabur Sebelum Petugas Tiba |
|
|---|
| Camat: 1 Jam Sampah Ujung Tanah Sudah Harus Terangkut |
|
|---|
| Profil Budiawan Kapolsek Tanete Riattang, Pernah Tugas Bulukumba, Soppeng, Lutra, Enrekang, Palopo |
|
|---|
| Pete-pete Laut Launching Mei 2026, Layanan Transportasi Antarpulau di Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dr-Airah-Amir-Dokter-RSUD-Kota-Makassar-7.jpg)