Masjid Kapal Pinisi di Bontobahari Bulukumba Jadi Ikon Religi dan Budaya
Masjid Kapal Pinisi di Bontobahari, Sulawesi Selatan, kini mulai digunakan untuk ibadah dan kegiatan masyarakat. .
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUNBULUKUMBA.COM, BONTOBAHARI - Warga Kelurahan Benjala, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, membangun sebuah masjid yang unik.
Masjid ini didesain menyerupai kapal pinisi, meski tidak berlayar. Bangunan permanen ini terletak di darat, tepatnya di dalam area Pondok Pesantren Al Mutahabbun.
Nama masjid ini adalah Masjid Kapal Pinisi dan kini sudah hampir selesai dibangun.
Masyarakat pondok pesantren dan warga sekitar mulai menggunakan masjid untuk melaksanakan ibadah, seperti salat lima waktu, salat Jumat, salat Tarawih, dan rencananya akan digunakan untuk salat Idulfitri pada tahun 2025.
Masjid ini menjadi pusat kegiatan masyarakat pondok pesantren untuk belajar dan beribadah.
Bangunannya menyerupai kapal pinisi, lengkap dengan badan kapal, dua tiang kapal, dek perahu, anjungan, dan kamar kemudi.
Kamar kemudi direncanakan akan difungsikan sebagai kafe di lantai atas.
Sementara bagian badan kapal akan digunakan untuk ruang ibadah dan belajar.
Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2022 dan 80 persen bahan digunakan adalah kayu berkualitas tinggi, sama seperti yang digunakan pada kapal pinisi.
"Masjid ini dinamai Masjid Kapal Pinisi karena bentuk bangunannya mirip kapal pinisi," kata Pimpinan Pondok Pesantren Al Mutahabbun, Muslim Bahar, pada Sabtu (15/3/2025).
Proyek ini dibiayai melalui dana donasi dari masyarakat di berbagai daerah, terutama dari Bulukumba.
Masjid ini mengandung nilai religius, seni, budaya, dan sosial.
Masjid ini diinisiasi oleh H Suardi, seorang pengusaha kapal pinisi dan kuliner di Bontobahari, yang akrab disapa Haji Kardi. (*)
| Kesal Mantan Istri akan Menikah Lagi, Ahmad Faisal Tikam Mantan Mertua hingga Tewas di Bulukumba |
|
|---|
| Profil Andi Majnah Perempuan Pertama Jabat Camat Ujung Bulu Bulukumba, eks Karyawan BNI |
|
|---|
| Ancaman El Nino Hantui Petani Bulukumba, 2.000 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen |
|
|---|
| Petani Bulukumba Terima 10 Ton Benih Padi Tahan El Nino dari Kementan |
|
|---|
| Perpadi Sulsel Protes PLN Bulukumba, Tambah Daya Rp172 Juta Tak Kunjung Direalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MASJID-PINISIPimpinan-Pondok-7.jpg)