Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelaku Penyerangan Pengunjung Kafe 88 Jeneponto Tak Ditahan, Warga: Apa Harus Bayar Bayar Bayar?

Pelaku penyerangan pengunjung Kafe 88 Jeneponto belum ditahan, meski korban telah melapor. Publik protes kinerja polisi.

Istimewa/Tangkapan layar video Hardianto Haris
VIDEO PENYERANGAN - Viral seorang pria di Kafe 88, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menjadi korban penyerangan oleh pria bergolok, Minggu (9/3/2024) sore. Pelaku penyerangan pengunjung Kafe 88 Jeneponto belum ditahan, meski korban telah melapor. Publik protes kinerja polisi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO – Insiden penyerangan pengunjung Kafe 88 oleh pria bersenjata tajam di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat perhatian publik.

Akademisi Hardianto Haris menyoroti kinerja Polsek Bangkala yang hingga kini belum menahan pelaku. 

Hardianto mengkritik polisi dengan merujuk pada lagu viral grup band Sukatani yang menyudutkan aparat penegak hukum (APH).

"Pelakunya belum ditahan, apakah harus menyanyikan lagu SUKATANI, 'Bayar Bayar, Bayar' dulu baru APH melakukan penahanan terhadap pelaku?" ujar Hardianto Haris kepada Tribun-Timur.com, Selasa (11/3/2025).

Sebelumnya, Hardianto Haris membagikan video rekaman CCTV yang menunjukkan detik-detik pengunjung kafe diserang oleh pria bergolok. 

Video tersebut tersebar di Grup Whatsapp Samboritta pada Senin (10/3/2024) pukul 22:48 Wita.

Berdasarkan rekaman CCTV, kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (9/3/2024) sore. 

Video memperlihatkan seorang pria mengangkat kursi untuk mempertahankan diri, sementara pria yang mengenakan kaos garis-garis mengacungkan golok atau parang kepada rivalnya. 

Beruntung, golok yang diayunkan beberapa kali tidak mengenai korban.

"Telah terjadi penyerangan secara brutal di Cafe 88 Kecamatan Bangkala," tulis Hardianto Haris dalam keterangan videonya.

Mirisnya, kata Hardianto, meski korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bangkala, polisi belum menindaklanjuti kasus ini.

"Naasnya pelakunya belum ditindaklanjuti oleh APH untuk dilakukan penahanan," jelasnya.

Hingga pukul 23.00 Wita, Kapolsek Bangkala, AKP Syaifullah Syan, yang dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, belum memberikan keterangan kepada Tribun-Timur.com. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com: Muh Agung Putra Pratama

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved