Harga Gabah Anjlok
Petani di Bone Ungkap Harga Gabah Masih Rp5.500 per Kilo, Belum Sesuai Perintah Prabowo
Petani Bone masih jual gabah seharga Rp5.500 per kilo, meski pemerintah menetapkan harga Rp6.500.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUNBONE.COM, BONE - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Kebijakan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap penurunan harga gabah yang dibeli murah oleh pengusaha penggilingan padi.
Namun, di Kabupaten Bone sendiri, harga jual gabah masih berada di angka Rp 5.500 per kilogram.
"Bulan lalu (Januari) saya jual gabah saya masih di angka Rp 5.500 per kilo," ujar salah satu petani asal Sibulue, Suprianto, saat dikonfirmasi tribun-timur.com, Kamis (6/2/2025).
Ia mengaku harga jual gabah tersebut masih cukup aman bagi petani.
"Lumayan, dan ada juga untung meski tidak banyak," ujarnya.
Terkait dengan rencana kenaikan harga gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram, Suprianto mengaku senang.
"Semoga nanti panen harganya betul segitu, biar petani juga sejahtera," harapnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh petani asal Awangpone, Irwan. Ia mengaku sudah mendengar wacana mengenai kenaikan harga jual gabah.
"Kalau di sini, belum ada yang panen. Tapi dari informasi yang beredar, katanya nanti saat musim panen Bulog siap angkut dengan harga Rp 6.500, tapi minimal 5 ton karena satu kali angkut saja," ucapnya.
"Tapi rasanya bohong kalau begini, karena harus minimal 5 ton, padahal kita nggak bisa sampai 1 ton," tambahnya.
Irwan juga mengaku bahwa harga jual gabah pada musim panen lalu masih di angka Rp 5.000 per kilogram.
"Panen lalu itu masih di angka Rp 5.000 per kilo. Tapi kalau benar nanti harga Rp 6.000 lebih, semoga bisa lebih sejahtera," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HARGA-GABAH-Potret-sawah-milik-petani-di-Bone.jpg)