Pesan Prof Manyur Ramly Kepada Profesor Baru UMI: Harus Tampil Sebagai Panutan
Pesan ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam pengukuhan guru besar UMI di Auditorium Al Jibra Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar
Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Profesor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Mansyur Ramly menitip pesan kepada profesor baru UMI.
Pesan ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam pengukuhan guru besar UMI di Auditorium Al Jibra Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Kamis (6/2/2025).
Ada tiga profesor baru yang dikukuhkan yakni Prof Sukmawati profesor Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof Aktsar Roskiana Ahmad profesor Fakultas Farmasi, dan Prof Andi Emelda profesor Fakultas Farmasi.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Mansyur Ramly mengatakan bahwa dengan selesainya pengukuhan, maka sudah resmi menjadi anggota dewan guru besar UMI.
Seorang profesor terutama di UMI, kata Prof Mansyur, bukam hanya bisa menampilkan keilmuannya.
Tetapi, profesor di UMI juga dituntut harus tampil sebagai panutan yang menampilkan akhlakul karimah.
“Kita harapkan profesor UMI bisa tampil menunjukkan perilaku-perilaku yang berkualitas tinggi dan patut dipanuti,” kata Prof Mansyur.
Lebih dari itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI itu berharap agar pengetahuan profesor UMI bisa didokumentasikan.
Tujuannya adalah generasi berikutnya bisa mendapatkan manfaat ilmu yang dikembangkan profesor.
“Bagaimana profesor UMI bisa bermanfaat, bukan hanya civitas akademika UMI, tetapi bermanfaat juga bagaimana seluruh masyarakat,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, UMI saat ini memiliki 96 guru besar, dan merupakan yang terbanyak di LLDikti Wilayah IX.
Rektor UMI, Prof Hambali Thalib mengatakan bahwa dengan banyaknya guru besar akan semakin memperkuat komitmen UMI.
“Ini menunjukkan komitmen UMI. Penambahan ini merupakan kebahagiaan keluarga besar UMI,” kata Prof Hambali.
Menurut Prof Hambali, penambahan guru besar menjadi indikator keberhasilan dalam mendukung akademik yang berkelanjutan.
Sebab, salah satu ukuran mutu perguruan tinggi adalah produktivitas dosen dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi.
Lebih lanjut, Prof Hambali mengatakan bahwa pengukuhan profesor yang dilaksanakan bukan sekadar seremonial.
Tetapi merupakan pengakuan desikasi, inovasi dan kontribusi dalam pengembangan bagi ilmu pengetahuan.
“Ketiga profesor yang dikukuhkan hari ini telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam bidangnya,” katanya.(*)
Harga Emas 28 Agustus 2025 Kota Makassar |
![]() |
---|
Bupati Barru Andi Ina Naik Kapal Laut dengan Agus Arifin Numang dan Danny Pomanto ke Semarang |
![]() |
---|
Cerita Annar Sampetoding Sudah Tahu Bakal Dituntut 8 Tahun Bahkan Sebelum Sidang Digelar, Kok Bisa? |
![]() |
---|
Wali Kota Munafri Pimpin Rakor TPA, DLH Jadi Lead Sektor |
![]() |
---|
Pegadaian Siap Dukung Program RPL FEB Unismuh Lewat Magang dan Literasi Keuangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.