Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Muh Zafran Dzaki A

Menyoal Matinya Budaya Bertanya

Walapun membaca dianggap sebagai salah satu hal yang menambah wawasan kita akan sesuatu.

Editor: Sudirman
Muh Zafran
OPINI - Muh Zafran Dzaki A Mahasiswa Studi Agama-agama UIN Alauddin Makassar. Muh Zafran salah satu penulis Opini Tribun Timur. 

Oleh: Muh Zafran Dzaki A

Mahasiswa Studi Agama-agama UIN Alauddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Bernard Baruch, seorang pebisnis asal Amerika pernah berkata; ”Jutaan orang melihat apel
itu jatuh, tetapi Newton bertanya mengapa.”

Kata-kata tersebut seharusnya sudah menyadarkan kita akan pentingnya bertanya yang boleh dikatakan sebagai dasar awal dari ilmu pengetahuan itu sendiri.

Walapun membaca dianggap sebagai salah satu hal yang menambah wawasan kita akan sesuatu.

Terdapat satu hal yang bahkan bisa dikatakan memiliki fungsi yang hampir sama dengan membaca bahkan bisa meningkatkan pengetahuan yang kita dapatkan dari membaca itu sendiri dan hal ini adalah bertanya.

Budaya bertanya di indonesia memang sangat memprihatinkan sama halnya dengan budaya membaca.

Walapun tidak ditemukan data secara terperinci akan hal tersebut kita bisa merasakan secara langsung bagaimana budaya bertanya di negara kita Indonesia, di mana dalam forum-forum formal maupun tidak formal seperi kelompok-kelompok diskusi kecil atau bahkan diruang kelas.

Sayangnya budaya bertanya dianggap sebagai topik yang biasa saja atau bahkan dipandang sebelah mata (topik akan literasi lebih banyak dibahas dalam forum-forum diskusi).

Padahal bertanya juga memiliki peranan yang penting dalam membangun kerangka berfikir sesorang atau bahkan lebih dari itu.

Socrates seorang filsuf berpengaruh di dunia mengatakan, “Bertanya-tanya merupakan awal dari pengetahuan.” Atau sebuah pepatah yang mengatakan “bertanyalah jika tidak ingin tersesat”. Atau lebih jauh lagi.

CEO Zappos salah satu perusahaan sukses dalam penjualan online, Tony Hsieh mengatakan pertanyaan menimbulkan pembicaraan.

Pembicaraan membangun spirit memikirkan masa depan dan perbaikan bersama. Atau yang dikatan Hal Gregersen dari Pusat Kepemimpinan MIT mengatakan brainstorming dalam semburan pertanyaan; adalah cara terbaik bagi para
pemimpin inovatif dan pemecah masalah untuk menemukan solusi.

jika disimpulkan perusahaan besar saja membangun segala sesuatunya melalui pertanyaan yang kemudian menjadi salah satu jalan penyelesaian masalah (problem solving).

Bertanya tidak hanya menjadi sarana untuk memngembangkan kerangka berfikir tetapi jika lebih didalami dan digunakan dengan tepat dapat menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved