Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sengketa Barabarayya

Emak-emak Bara-barayya: Saya Anak Tentara, Saya Tidak Takut Senjata

Rahima satu dari sejumlah srikandi warga Bara-Barayya yang berunjuk rasa menolak rencana eksekusi atau penggusuran.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
Tribun-Timur.com/Muslimin Emba
DEMO PENGGUSURAN - Rahima (baju cokelat kerudung hitam) saat menyuarakan aspirasi menolak rencana eksekusi atau penggusuran pemukiman warga Bara-Barayya, di depan Kantor Pengadilan Negeri Makassar, Jl RA Kartini, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Kamis (6/2/2025) siang. 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - "Saya anak tentara, tidak takut sama sama senjata," ucap Rahima (57) saat berunjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri Makassar, Jl RA Kartini, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Kamis (6/2/2025) siang.

Rahima satu dari sejumlah srikandi warga Bara-Barayya yang berunjuk rasa menolak rencana eksekusi atau penggusuran.

Tak terlihat sedikit pun mimik gentar di wajah perempuan 57 tahun itu saat menyuarakan aspirasi di depan kantor 'Perwakilan Tuhan' yang ada di Kota Makassar itu.

"Mana ketua pengadilan, hadirkan di sini, kami mau bertemu," ucapnya disambut sorak-sorai massa pendemo warga Bara-Barayya.

Rahima gusar dan tak kuasa menahan emosi mendengar rencana eksekusi 26 rumah di Bara-Barayya, lokasi yang masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Makassar.

Tempat tinggal yang didiaminya sejak lahir, kini sudah diujung tanduk oleh kabar rencana penggusuran atau eksekusi.

Kabar itu, diketahuinya saat ratusan warga Bara-Barayya bersama mahasiswa dialog terbuka dengan Polrestabes Makassar.

"Penipu, katanya tidak ada rencana eksekusi, padahal suratnya sudah masuk ke Polrestabes Makassar untuk pengamanan eksekusi," teriak Rahima geram.

"Kami mau tinggal dimana kalau rumah kami digusur pak, saya sejak lahir sudah di Bara-Barayya, kami punya surat AJB," ucapnya lagi.

Unjuk rasa warga Bara-Barayya ini, sempat diwarnai ketegangan oleh karena massa aksi hendak merangsek masuk ke Pengadilan Negeri Makassar.

Pagar besi di gerbang utama yang kokoh, nyaris rebah oleh massa yang geram mendengar kabar rencana eksekusi tersebut.

Perkara dugaan sengketa di atas lahan 2.800 meter persegi itu, dikabarkan bergulir sejak delapan tahun silam oleh seseorang yang mengaku sebagai ahli waris.

Sebelumnya diberitakan, Ratusan mahasiswa dan warga Jl Bara-Barayya berunjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri Makassar, Jl RA Kartini, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Kamis (6/2/2025) siang.

Mereka hadir memadati gerbang Pengadilan Negeri Makassar, menggunakan motor dan mobil bak terbuka yang dijadikan panggung orasi.

Bahkan berapa warga dan mahasiswa langsung menggoyang pagar, hingga nyaris rebah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved