Prof Fadjry Bakal Usul Perbaikan Irigasi Terdampak Banjir ke KemenPU
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry pun sudah menerima laporan-laporan mengenai dampak kerusakan bencana hidrometeorologi.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah se-Sulsel berdampak banyak pada irigasi maupun pertanian.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry pun sudah menerima laporan-laporan mengenai dampak kerusakan bencana hidrometeorologi.
Selain menerima laporan, Prof Fadjry meminta tim turun mengecek kondisi di lapangan.
Utamanya pada irigasi hingga sungai-sungai.
"Bupati Soppeng sudah menyampaikan dampak bencana hidrometeorologi. Ada sungai perlu di keruk," kata Prof Fadjry di Kantor Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu.
Prof Fadjry menyebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memiliki alokasi anggaran untuk perbaikan.
Tugasnya kini mengidentifikasi kerusakan terjadi, pemilik kewenangan perbaikan.
Prof Fadjry siap mendorong adanya perbaikan yang bersumber dari anggaran KemenPU.
"Kita siapkan perbaikan irigasi ini semua kita akan benahi sesuai peruntukan masing-masing. Di (Kementerian) PU ada anggaran 12 Triliun untuk perbaikan irigasi, pintu air, perbaikan primer sekunder. Di pertanian juga ada anggaran," kata Prof Fadjry.
Saat ini, pertanian di Sulsel memang memasuki masa tanam Oktober - Maret.
Untuk menjaga produksi, perbaikan harus segera dilakukan segera.
"Semoga bisa dialokasikan segera karena kalau air tidak ada, pupuk tidak ada, benih tidak ada. Ya tidak bisa. Benih sudah dialokasikan, alat pertanian ada sisa bagaimana siapkan air," lanjutnya.
3.519 Lahan Sawah Puso
Lahan puso 3.519 hektar ini tersebar di sejumlah Kabupaten/kota. Mulai dari Kabupaten Takalar sebanyak 8 hektar.
Lahan puso di Kecamatan Polombangkeng Selatan sebanyak 7 hektar, lalu Kecamatan Galesong Utara 1 hektar.
| Dusan Lagator Pulih, Gledson Cedera, Sheriddin Percaya Diri |
|
|---|
| Saatnya Menang di Wayan Dipta |
|
|---|
| Nutri-Level dan Dilema Gula: Antara Kesehatan Publik dan Budaya Manis |
|
|---|
| 22 DPC PPP Cari Ketua Baru, Tana Toraja dan Toraja Utara Ditunjuk Langsung |
|
|---|
| Usia 21 Tahun Naik Haji, Titin Dampingi Orangtuanya yang Sudah Menunggu 15 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Penjabat-Pj-Gubernur-Sulsel-Prof-Fadjry-Djufry.jpg)