Bosowa
Aksa Mahmud: Biar Appi Wali Kota, Bosowa Jangan Kerja Proyek Pemerintah
Biarpun Appi (Munafri Arifuddin) jadi Wali Kota (Makassar), tapi kita menghindari untuk mengerjakan proyek dari Kotamadya Makassar
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sekitar 500-an dewan direksi dan manajemen dari 36 anak perusahaan dari 8 kelompok bisnis Bosowa Corporindo, Kamis (9/1) pagi, terkesima mendengar pernyataan dan penegasan pendiri Bosowa, Aksa Mahmud (81) di Balroom Novotel Hotel, Jl Sudirman, Makassar.
"Biarpun Appi (Munafri Arifuddin) jadi Wali Kota (Makassar), tapi kita menghindari untuk mengerjakan proyek dari Kotamadya Makassar," ujar Aksa di podium acara Kick Off 2025 Bosowa Corporindo.
Kick Off adalah acara tahunan korporasi berusia 53 tahun, 22 Februari 2025 nanti. Agendanya pemaparan pencapaian finansial tahun sebelumnya, dan visi rencana kerja tahun berikutnya.
Penggunaan frasa "kotamadaya" oleh Aksa Mahmud, mengkonfirmasikan pengalaman dan usianya.
Kotamadya sebagai nomenklatur resmi Makassar sebagai ibukota provinsi digunakan terakhir tahun 1999. Ini bersamaan dengan pemberlakuan otonomi daerah.
Saat itu, Aksa menjabat periode kedua Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel.
Dengan suara tegas dan lebih tinggi, Aksa menambahkan, "kita justru akan dorong pengusaha lokal, untuk maju dan bersaing. Ini akan lebih baik dan fair," ujar Ketua Dewan Kehormatan Kadin Sulsel ini.
Aksa begitu bersemangat menyampaikan pesan dan "nota perintah" untuk dewan direksi Bosowa.
Saat sebagian besar jajaran board of direction (BOD), undangan masih terkesima mendengar pernyataan Aksa ini, CEO Bosowa Corporindo Subhan Aksa (38), justru merespon dengan senyum dan tepuk tangan ringan.
Di meja VVIP acara ini duduk CEO Bosowa Corp Subhan Aksa (38) dan Reno Junizwan, salah satu komisaris Bosowa Corp. Di dekatnya, duduk Ketua Yayasan Bosowa Melinda Aksa (46).
Melinda istri dari Munafri Arifuddin (49), wali kota terpilih Makassar periode 2025-2030.
Appi tak hadir di acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 Wita itu.
Seusai acara, Subhan mengonfirmasikan pesan Aksa.
"Sejak CEO-nya Pak Erwin (Aksa), Bosowa memang tak pernah lagi kerja dan ikut tender proyek dari anggaran negara," katanya.
Menurut Uban, sapaannya, sejak tampuk kepemimpinan puncak Bosowa dialihkan ke generasi kedua, korporasi tak lagi ikut tender proyek pemerintah.
"Kita memang menghindari konflik interest. Lebih baik fokus di sektor swasta, trading, energi dan property," ujar Uban.
| BPRS Dana Moneter Kini Dipimpin Ita Iriani, Aksa Mahmud: Ini Punya Sejarah Khusus di Bosowa |
|
|---|
| Optimisme Bosowa Merebut Peluang di Tahun 2024 di Tengah Berbagai Tantangan |
|
|---|
| Bareskrim Terbitkan SP3 Kasus Sadikin Aksa dan OJK, Kuasa Hukum: Untuk Pemulihan Nama Baik |
|
|---|
| Bosowa Apresiasi Bareskrim Terbitkan SP3 di Kasus Versus OJK, Dirut: Polri Profesional |
|
|---|
| Galung Loangna Bosowa Bakal Kembangkan Pupuk Organik Extragen di Sulawesi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Founder-Bosowa-Aksa-Mahmud-sambutan-Kick-off-Business-Plan-Bosowa.jpg)