Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemprov Sulsel

Pemprov Sulsel Berhasil Kembalikan 14 Ribu Anak ke Sekolah di 2024

Pemerintah Sulsel terus berupaya menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS), dengan fokus pada rekonsiliasi data dan penguatan sarana pendidikan.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
kolase Tribun Timur
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin dan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh. Pemerintah Sulsel terus berupaya menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS), dengan fokus pada rekonsiliasi data dan penguatan sarana pendidikan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sepanjang 2024.

Data terhimpun awalnya mencatat ada 140.017 anak tidak sekola tercatat di Kementerian.

Dari jumlah tersebut, Pemprov Sulsel bergerak untuk melakukan konfirmasi data.

"Terkonfirmasi kategori ATS sebanyak 37.195 anak atau sebesar 26,56 persen," kata Prof Zudan di Kantor Gubernur Sulsel pada Selasa (31/12/2024).

"Anak Tidak Sekolah yang telah melanjutkan pendidikan terkonfirmasi sebanyak 14.347 anak atau sebesar 10,25 persen," lanjutnya.

Sebanyak 14.347 anak kini kembali melanjutkan pendidikan di sekolah masing-masing.

Prof Zudan meminta seluruh masyarakat aktif menyampaikan jika ada anak yang tidak sekolah.

"Bahkan cukup melapor pada kepala sekolah jenjang pendidikan terdekat.

Kalau ada anak tidak sekolah, segera bantu konfirmasikan ke kepala sekolah terdekat, baik SD, SMP, atau SMA. Ini konsen kami di provinsi agar semua anak sekolah," jelasnya.

Sementara itu, Disdik mulai menyusun rencana pembangunan 5 tahun mendatang mulai tahun 2025.

Tugas utamanya yaitu terkait angka anak wajib sekolah.

"Diamanahkan kepada kami 100 persen anak wajib sekolah. Artinya harus dijaga ketersediaan sarana. Jangan sampai ada anak tidak sekolah karena itu tadi sarana. Meskipun jika dihitung semua sekolah, termasuk swasta, sebenarnya kita kelebihan ruang kelas. Tapi banyak masyarakat masih mengutamakan anaknya di negeri," kata Iqbal Nadjamuddin beberapa waktu lalu saat dihubungi Tribun-Timur.

Disdik Sulsel sedang memetakan sebaran sekolah yang ada di Sulsel.

Sembari itu, pemetaan daerah yang minim sekolah juga dilakukan.Ada dua opsi yang sedang digodok Disdik Sulsel untuk memastikan seluruh anak wajib sekolah mendapat layanan pendidikan maksimal.

Opsi pertama adalah dengan membangun sekolah baru di daerah yang tidak terjangkau.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved