Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Uang Palsu Palopo

Penampakan Uang Palsu di Palopo, Terbelah saat Lembab

Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita memperlihatkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Viral di media sosial warga Palopo temukan uang palsu pecahan Rp 100 ribu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Kondisi uang palsu di Kota Palopo, Sulawesi Selatan saat lembab.

Sudut uang pecahan Rp100 ribu bisa terbelah.

Uang palsu itu juga mudah hancur jika terkena air.

Viral di media sosial warga Palopo temukan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita memperlihatkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Wanita yang ada dalam video tersebut mengatakan menemukan uang palsu tersebut saat tengah arisan.

Ia juga mengatakan mendapat uang tersebut dari BRILink di Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

Dalam video tersebut, wanita itu memperlihatkan uang yang dianggap palsu.

Tak hanya wanita yang viral di media sosial tersebut, seorang warga Palopo bernama Kartini Echa juga mengaku menemukan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Wanita yang berprofesi sebagai penagih di salah satu perusahaan pemberitaan itu mengatakan mendapat uang palsu tersebut dari Bendahara Bagian Umum Pemda Luwu.

"Saya ke Bendahara Bagian Umum Pemkab Luwu untuk ambil pembayaran. Saya dikasih Rp 2 juta dan langsung saya masukkan ke dalam tas," kata Kartini kepada Tribun-Timur.com saat dihubungi, Minggu (22/12/2024).

Kartini mengaku tak menyadari salah satu uang pecahan Rp 100 ribu yang ia terima tersebut palsu.

Uang palsu tersebut pertama kali disadari oleh rekannya yang bernama Mita.

"Setelah ambil uang di Bendahara Bagian Umum, saya pulang ke Bassiang. Terus saya ingat punya hutang di kakaknya Mita jadi saya ambilkan uang di tasku," tambahnya.

Saat menerima uang tersebut dari Kartini, Mita menyadari uang tersebut sangat kaku.

"Benang emasnya keras dan setelah diperiksa ujung kertasnya terbelah seperti kertas biasa. Terus kami nonton YouTube ciri-ciri uang palsu dan kami bandingkan dengan uang lain untuk pastikan itu," jelasnya.

Kartini juga menyampaikan uang palsu tersebut terdiri atas tiga lapis. Bagian tengah lapisan kertas uang palsu tersebut merupakan kertas putih tanpa gambar dan tulisan.

Hingga saat ini, ia masih menyimpan uang tersebut karena Kabag Umum Pemkab Luwu ingin membawa uang tersebut ke bank tempatnya mengambil uang. 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved