Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Taruna Ikrar

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Pembicara Kunci Pengawasan Obat dan Makanan Acara OKI di Riyadh

Taruna Ikrar disambut langsung CEO Saudi Food and Drug Authority (FDA), Prof Hisham S Al Jadhey di bandara.

|
Penulis: Abdul Azis | Editor: Mansur AM
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Pembicara Kunci Pengawasan Obat dan Makanan Acara OKI di Riyadh - Prof-Taruna-Ikrar-di-Riyadh.jpg
DOK BPOM RI
Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar menyampaikan pemaparan tentang pengalaman BPOM RI berkolaborasi dengan kampus dalam pengembangan penelitian BPOM (The Indonesiaan FDA's Experience on Collaboration with Academia to Support R&D) di Riyadh Arab Saudi, 17 Desember 2024.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Pembicara Kunci Pengawasan Obat dan Makanan Acara OKI di Riyadh - Taruna-Ikrar-di-Riyadh.jpg
DOK BPOM RI
Taruna Ikrar disambut langsung CEO Saudi Food and Drug Authority (FDA), Prof Hisham S Al Jadhey di Bandara Riyadh Arab Saudi 16 Desember 2024.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Pembicara Kunci Pengawasan Obat dan Makanan Acara OKI di Riyadh - Taruna-Ikrar-di-Bandara-Riyadh-Arab-Saudi.jpg
DOK BPOM RI
Taruna Ikrar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM RI menghadiri Pertemuan Kepala Otoritas Pengawasan Obat Negara-Negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau organisation of Islamic Cooperation (OIC) di Riyadh, Arab Saudi, 17 Desember 2024.

TRIBUN-TIMUR.COM, RIYADH - Taruna Ikrar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM RI menghadiri Pertemuan Kepala Otoritas Pengawasan Obat Negara-Negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau organisation of Islamic Cooperation (OIC) di Riyadh, Arab Saudi, 17 Desember 2024.

Taruna Ikrar disambut langsung CEO Saudi Food and Drug Authority (FDA), Prof Hisham S Al Jadhey di bandara.

Kehadiran Taruna Ikrar dalam rangka sinergi peran BPOM Republik Indonesia dengan FDA negara-negara anggota OKI.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang berpartisipasi sejak pertemuan OKI pertama. Pada pertemuan tahun 2017, Indonesia diberi kepercayaan sebagai Center of Excellence on Vaccine and Biotech Products” kata Taruna Ikrar.

Taruna Ikrar juga mengunggah di media sosialnya terkait sambutan hangat CEO Saudi Arabia FDA.

Salah satu ilmuan dunia ini akan menjadi keynote speaker pada pertemuan ketiga Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) Negara-negara OKI di Riyadh.

Kepala Badan POM RI asal Kabupaten Selayar Sulsel ini akan menyampaikan pemaparan tentang pengalaman BPOM RI berkolaborasi dengan kampus dalam pengembangan penelitian BPOM (The Indonesiaan FDA's Experience on Collaboration with Academia to Support R&D).

Badan POM memegang peranan penting dalam pertemuan The 1st Meeting of the Heads of NMRAs from OIC Member States. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 21 – 22 November 2018 dan dihadiri oleh para pimpinan serta delegasi Otoritas Regulatori Pengawas Obat dari 30 negara anggota OKI serta sejumlah organisasi internasional, antara lain World Health Organization (WHO), United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF), institusi di bawah OKI yaitu The Statistical, Economic and Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC), The Standards and Metrology Institute for the Islamic Countries (SMIIC) dan Islamic Development Bank (IsDB). Pertemuan juga dihadiri oleh industri farmasi, yaitu industri vaksin Arabio dan PT. Bio Farma.

Pertemuan ini mengambil tema “Strengthening Collaboration amongst the OIC NMRAs Towards Self Reliance of Medicines and Vaccines” dilaksanakan dalam 6 (enam) Working Sessions (WS) yang mencakup topik-topik, yaitu: sistem regulatori obat; peran NMRA dalam menjamin akses kepada obat-obat aman, bermutu dan berkhasiat; pengembangan harmonisasi standar obat dan vaksin; isu obat halal; serta 

peran NMRA dalam penanganan obat dan vaksin substandar dan palsu.

Di akhir pertemuan, para delegasi menyepakati dan mengesahkan secara aklamasi dua dokumen hasil pertemuan, yaitu Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi yang merupakan inisiatif Indonesia selaku tuan rumah. Deklarasi Jakarta terdiri dari 28 poin kesepakatan dengan pokok-pokok, yaitu sebagai berikut:

Penekanan terhadap pentingnya institusi pengawas obat dalam memastikan kemandirian dan kemudahan akses obat dan vaksin yang berkhasiat, bermutu dan aman bagi rakyat di negara anggota OKI.

Perlunya dilakukan harmonisasi standar dalam rangka meningkatkan efisiensi fungsi regulatori obat. 

Perlunya pembentukan working group atau jejaring regulatori yang khusus menangani masalah obat dan vaksin halal.

Perlu didorong komunikasi efektif dengan pemuka agama dan masyarakat, serta melibatkan OIC Islamic Advisory Group untuk menyamakan pemahaman/persepsi halal pada obat dan vaksin.  

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved