Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

800 Demo Setahun di Makassar 

Makassar tercatat paling sering dilanda aksi unjuk rasa dengan melibatkan ribuan orang per tahunnya.

Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM
Headline koran Tribun Timur edisi, Rabu 11 Desember 2024. 

Prof Zudan sudah aktif mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyampaikan pendapat.

Bahkan saat adanya ketegangan di Asrama Papua lalu, Prof Zudan lantang menyampaikan untuk tetap tenang.

Prof Zudan meminta seluruh masyarakat menjaga ketentraman di Sulsel.

 "Saya minta kepada siapapun yang berada di Makassar, di Sulsel jaga kehormatan Makasar dan Sulsel. Jangan pernah bikin ribut di Sulsel dan Makassar," kata Prof Zudan saat itu.

"Mohon semuanya pedomani apa yang saya sampaikan, jaga Kondusivitas Sulsel, khususnya di kota Makassar dan 24 kabupaten kota lainnya," lanjutnya.

Henni Handayani: Ini Kemajuan Demokrasi Daerah 

Mantan Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Badko HMI Sulselbar Henni Handayani menilai, keran-keran demokrasi di Sulsel terbuka lebar dengan banyaknya aksi unjuk rasa di Sulsel

Demontrasi menjadi bagian auto kritik masyarakat khususnya para aktivis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak sesuai harapan. 

"Itu jadi sosial kontrol masyarakat terhadap pemerintah dalam menjalankan kebijakannya," ucap Heni. 

Lanjut Heni, justru tingginya angka demonstrasi di Sulsel punya banyak sisi positif, artinya masyarakat Sulsel menginginkan para pemangku kebijakan untuk berjalan sesuai koridornya. 

Apalagi ke depan, Sulsel dan seluruh daerah akan memiliki pemimpin baru.

Ini diharapkan menjadi bahan masukan dalam menjalankan roda pemerintahan

"Salah satu tanda kemajuan kota atau daerah ialah kalau ramai orang mengkritik, ini bukan kemuduran justru kemajuan buat saya, ini bagian dari pada membangun kesadaran untuk keluar dari koridor yang bukan pada jalannya," ujar Heni. 

Hanya saja, ada beberapa catatan yang patut menjadi perhatian saat menjalankan aksi. 

Apalagi para pelopor demonstrasi kebanyakan berasal dari dunia pendidikan. 

Mereka harus mengedepankan aksi yang berkualitas, memperdalam dan mempertajam kajiannya sebelum turun ke lapangan

Itu menjadi benteng para demonstran agar tidak gampang disusupi kepentingan-kepentingan praktis.

(Tribun-Timur.com/Sitti Aminah/Faqih)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved