Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Workshop Seamless Connectivity di Sulawesi Selatan, Fokus pada MDP 2024 dan Jembatan Khas

Dalam rangka menyambut Hari Jalan 2024, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan workshop Seamless Connectivity.

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/RENALDI CAHYADI
Workshop bertema Seamless Connectivity yang digelar Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan (Sulsel) di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulsel, Selasa-Rabu (10-11/12/2024). 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam rangka menyambut Hari Jalan 2024, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan workshop bertema Seamless Connectivity.

Acara ini berlangsung selama 2 hari, Selasa-Rabu (10-11/12/2024), di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulsel.

Workshop tersebut membahas dua isu utama, yaitu Manual Desain Perkerasan (MDP) 2024 dan teknologi pembangunan jembatan khas, khususnya jembatan kaca.

Acara ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari penyedia jasa seperti kontraktor dan konsultan, hingga akademisi, perguruan tinggi, dan asosiasi terkait.

Ketua Panitia Workshop, Andy Suryanto, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menyosialisasikan MDP 2024 dan teknologi pembangunan jembatan kaca.

“Kami ingin memastikan pedoman MDP 2024 yang baru dirilis oleh Bina Marga dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh semua pihak, terutama di daerah-daerah,” ungkap Andy saat ditemui di lokasi.

Andy menambahkan, Sulsel menjadi lokasi pertama penyelenggaraan workshop ini.

“Harapan kami, pedoman ini bisa diterapkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di daerah Sulsel,” jelasnya.

Selain itu, workshop ini juga membahas potensi pengembangan jembatan kaca sebagai tren baru dalam infrastruktur, terutama di destinasi wisata.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Sulsel menjelaskan, “Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk pengembangan jembatan kaca, terutama dalam mendukung sektor pariwisata. Saat ini, Toraja memiliki satu jembatan kaca yang sudah cukup lama dibangun, dan kami ingin memperkenalkan konsep ini ke wilayah lain.”

Dengan adanya workshop ini, Andy berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan penyedia jasa konstruksi dapat menciptakan pemahaman bersama mengenai standar baru dalam pembangunan jalan dan jembatan.

“Kami ingin mendorong peningkatan kualitas infrastruktur melalui penerapan pedoman dan teknologi terbaru, demi mewujudkan konektivitas yang mulus di Sulawesi Selatan,” katanya pungkas.

Acara ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi pengembangan infrastruktur di Sulsel, baik dari segi teknis maupun manfaat ekonomi, terutama bagi sektor pariwisata dan masyarakat setempat.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved