Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anak di Bawah Umur Marak Berkendara, Dosen Psikolog UNM: Belum Matang Secara Emosi

Rerata mereka masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP) serta sebagian besar sekolah menengah atas (SMA)

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
ANAK BERKENDARA - Suasana lalu lintas di Jl Poros Pallangga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (7/4/2026). Anak di bawah umur belum matang berkendara. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anak di bawah umur semakin marak menggunakan sepeda motor di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Rerata mereka masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP) serta sebagian besar sekolah menengah atas (SMA).

Padahal dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) telah mengatur batas usia diperbolehkan anak berkendara.

Anak di bawah usia 17 tahun tidak diizinkan membawa kendaraan.

Namun, kenyataannya banyak yang mengabaikan regulasi ini.

Kekhawatiran pun muncul karena anak di bawah 17 tahun belum memiliki emosi yang belum stabil. Kecelakaan berpotensi terjadi.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Sulsel Ahmad Ridfah menjelaskan, secara psikologis, anak di bawah 17 tahun belum sepenuhnya matang secara emosional untuk berkendara. 

Kemampuan mengendalikan emosi dan menahan impuls masih berkembang.

Sehingga mereka lebih rentan mengambil risiko di jalan, terutama saat terpengaruh teman atau distraksi. 

Hasil penelitian menunjukkan, risiko kecelakaan pada pengendara usia remaja memang lebih tinggi, khususnya pada masa awal mereka mulai berkendara sendiri. 

"Ini bukan semata-mata karena mereka tidak bisa, tetapi karena pengalaman masih minim dan kontrol diri belum stabil," jelasnya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (7/4/2026).

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menyampaikan, dalam ilmu psikologi ada yang disebut sebagai kesenjangan kematangan atau maturity gap.

Ini merupakan kondisi dorongan emosi dan keinginan mencoba hal baru pada remaja sudah berkembang lebih cepat.

Akan tetapi, kemampuan mengontrol diri belum sepenuhnya matang. 

Akibatnya, remaja cenderung lebih mudah bertindak impulsif atau mengambil risiko, termasuk saat berkendara. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved