Tribun Sinjai
Harga Cabai Anjlok, Sisa Rp15 Ribu Perkilogram dari Rp40 Ribu
Petani cabai di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, resah. Pasalnya harga cabai rawit semakin anjlok.
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Muh Hasim Arfah
Hal itu karena modal yang dikeluarkan Ali Akbar tidak sesuai dengan hasil atau penjualan panen.
“Intinya saya sebagai petani mengeluhkan harga cabai anjlok, karena modal yang dikeluarkan tidak sesuai dengan harga cabe biaya produksi serba mahal,” katanya.
Bahkan Ali Akbar merasa heran karena biaya produksi terutama pupuk meningkat.
“Anehnya harga semua pupuk sekarang malah naik membuat petani kesusahan buat beli pupuk karena harga cabai turun harga," ujarnya.
Beda Data Badan Pangan
Direktorat Stabilisasi Pasokan Dan Harga Pangan Kedeputian Bidang Ketersediaan Dan Stabilisasi Pangan merilis data untuk harga cabai di Sulsel.
Dalam data ini, harga cabai merah masih berada pada angka Rp30 ribu.
Artinya, harganya tak sesuai dengan eceran lapangan.
Sementara itu, harga cabai paling tinggi berada di Toraja Utara.
Besaran harganya mencapai Rp40 ribu.
(tribun-timur.com/ainun taqwa)
| Aliansi Tonrong Menggugat Demo Jalanan Rusak di Rujab Bupati Sinjai |
|
|---|
| Harga Pertamax Sinjai Naik Rp400 di Tengah Konflik Israel-Iran |
|
|---|
| Tinggal di Rumah Tak Layak, Maharu Dapat Bantuan dari AKBP Jamal Fathur |
|
|---|
| Sosok Kontroversi Kamrianto Divonis Penjara, dari Kasus Narkoba hingga Laporkan Istri Selingkuh |
|
|---|
| Bakar Mobil, Anggota DPRD Sinjai Kamrianto Divonis 4 Bulan 10 Hari Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/petani-sinjai-keluhkan-harga-cabai.jpg)