Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Ketahanan Pangan dan Program Makan Gratis

Tampaknya ancaman itu selalu mengintai dari masa-kemasa, sebab isu terkait faktor-faktor tersebut tidak luput dari pemberitaan.

Editor: Sudirman
Ist
Suanto Saing, Alumni Ilmu Hadis di UIN Alauddin Makassar 

Oleh: Suanto Saing

Alumni Ilmu Hadis di UIN Alauddin Makssar

TRIBUN-TIMUR.COM - KRISIS pangan pokok merupakan ancaman yang bisa datang kapan saja, terutama jika suatu
negara tidak memiliki sistem ketahanan pangan yang kuat.

Penyebabnya bisa bersumber dari berbagai faktor seperti perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, konflik global, ketergantungan
impor, degradasi lingkungan, pandemi dan krisis kesehatan.

Tampaknya ancaman itu selalu mengintai dari masa-kemasa, sebab isu terkait faktor-faktor tersebut tidak luput dari pemberitaan.

Terlebih pada tahun 2024 isu terkait konflik global semakin memanas di Timur Tengah dan juga Indonesia diproyeksikan sebagai importir beras terbesar di dunia.

Hal tersebut sebagaimana tercatat impor Januari-April 2024 telah mencapai 1,77 juta ton dan rencana impor Mei-Desember 2024 sebesar 3,40 juta ton dengan total perkiraan 5,17 ton.(emedia.dpr)

Ancaman tersebut pada kenyataannya bukanlah momok menakutkan untuk Indonesia.

Sebab Indonesia merupakan negara non blok yang memiliki potensi ancaman rendah keterlibatan konflik global secara langsung.

Selain itu Indonesia merupakan kepulauan megabiodiversitas tinggi yang memiliki kekayaan hayati yang luar biasa.

Varian sumber pangan pokok relatif banyak dan menyesuaikan iklim suatu wilayah.

Fakta tersebut seharusnya tidak dipandang sebelah mata sehingga terlena untuk mengabaikan upaya ketahanan pangan pokok. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah kemandirian pangan.

Meningkatkan kemandirian pangan pokok tidak hanyan berputar pada upaya meningkatkan produktivitas pertanian.

Tapi bagaimana mengubah pola pikir masyarakat yang sejatinya mulai bergeser dari masa-kemasa.

Tidak herang jika sering kita jumpai diberbagai ertikel atau media sosial yang mengasumsikan warga Indonesia tidak kenyang tanpa makan nasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved