Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel

Danny Pomanto Ajak Masyarakat Wajo Lawan Politik Uang di Peresmian Posko Pemenangan

Danny Pomanto, meresmikan posko induk pemenangan pasangan Danny-Azhar (DIA) di Jl Bau Baharuddin, Sengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur/Jabal Qubais
Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Mohammad Ramdhan Pomanto, menyampaikan orasi politik saat peresmian posko induk pemenangan Danny-Azhar (DIA) di Jl Bau Baharuddin, Sengkang, Kabupaten Wajo, Kamis (17/10/2024). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG – Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Mohammad Ramdhan Pomanto, akrab disapa Danny Pomanto, meresmikan posko induk pemenangan pasangan Danny-Azhar (DIA) di Jl Bau Baharuddin, Sengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Kamis (17/10/2024).

Peresmian posko ini menjadi langkah strategis dalam meraih kemenangan pada Pemilihan Gubernur Sulsel 2024. 

Ribuan warga tampak memadati lokasi kegiatan meskipun cuaca terik, menunjukkan semangat tinggi mereka untuk bertemu dengan calon gubernur tersebut.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus partai pengusung pasangan Danny-Azhar, di antaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

Selain itu, PBB Squad yang dikomandoi oleh Andi Bambang Unru, sekaligus sebagai tuan rumah, juga berperan sebagai inisiator acara ini.

Dalam orasinya, Danny Pomanto mengajak masyarakat untuk tidak tergoda dengan politik uang yang seringkali merusak demokrasi. 

"Sekarang sudah bukan jamannya suara dibeli dengan uang. Masyarakat harus cerdas memilih pemimpin, jangan karena salah memilih, masa depan kita hancur, kasihan anak cucu kita," tegasnya di hadapan ribuan warga.

Danny menegaskan bahwa musuh terbesar dalam pesta demokrasi adalah politik uang, dan cara untuk melawannya adalah dengan kecerdasan. 

"Ambil uangnya, tapi coblos sesuai hati nurani," ujar Danny, mengingatkan pentingnya memilih pemimpin dengan hati, bukan dengan iming-iming uang.

Lebih lanjut, Danny menjelaskan bahwa kedatangannya ke Bumi Lamaddukkelleng tidak hanya untuk bersilaturrahmi, melainkan untuk menawarkan program kerja yang nyata bagi masyarakat.

"Sebenarnya yang menjadi masalah dalam sektor pertanian kita adalah harga jual. Maka dari itu, saya dan Pak Azhar menawarkan bahwa pemerintah nanti akan membeli hasil panen petani dengan harga tertinggi," ujarnya.

Danny juga mengungkapkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Wajo, terutama Danau Tempe, bisa dikembangkan menjadi kawasan penampungan air, cadangan air minum, dan sumber air irigasi. 

"Kebetulan saya punya keahlian di bidang itu," lanjutnya.

Pada kegiatan ini, juga dilakukan pengukuhan Tim Pemenangan Danny-Azhar (DIA) di Kabupaten Wajo. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved