Headline Tribun Timur
SPBU Pertamina Membangkang
Penjualan BBM menggunakan QR code hanya berlaku untuk pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah menunda pembatasan penjualan bahan bakar minyak (BBM) menggunakan kode QR code atau barcode di SPBU pada, Selasa (1/10).
Meski demikian, di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan, petugas SPBU tetap mewajibkan pengguna kendaraan menggunakan QR code untuk pembelian BBM jenis Pertalite.
Penjualan BBM menggunakan QR code hanya berlaku untuk pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar.
Aturan ini merupakan bagian dari pendataan program Subsidi Tepat oleh PT Pertamina Patra Niaga di seluruh wilayah Indonesia secara bertahap.
Kendati demikian, PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa tak ada pembatasan pembelian BBM subsidi Pertalite Cs mulai 1 Oktober 2024 ini.
Baca juga: Curhat Pengendara, 5 Kali Pindah SPBU Urus Barcode Tak Kunjung Muncul
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan hal tersebut sesuai dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya.
"Tidak ada pembatasan pembelian Pertalite. Pak Bahlil sudah clear statement-nya bahwa pemerintah tidak ada pembatasan BBM subsidi pada 1 Oktober," ujarnya, Selasa (1/10).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya memang telah menegaskan bahwa selama Oktober 2024, tidak ada pembatasan penjualan Pertalite.
"Belum ada. Saya mau sampaikan bahwa sampai Oktober belum ada pembatasan BBM. Tapi pemerintah sedang mengkaji untuk subsidi itu tepat sasaran," kata Bahlil usai peresmian First Welding Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II di Batang, Jawa Tengah, Senin (30/9).
Tetap Pakai QR
Kendati pemerintah memastikan tidak ada pembatasan pembelian Pertalite bagi kendaraan roda empat, namun sejumlah SPBU di Sulsel telah melakukan pembatasan dengan menerapkan sistem QR code dalam pembelian BBM subsidi.
Di Bulukumba dilaporkan, petugas SPBU menjadi sasaran protes sopir. Pasalnya, mereka tidak terima harus membeli BBM menggunakan QR code.
Mereka memaksa karyawan SPBU agar tetap dilayani membeli Partalite secara manual tanpa QR code.
"Teman-teman karyawan jadi sasaran protes bagi sopir yang menolak QR code," kata Andi Syukur, Manajer SPBU Katangka, Bulukumba, kemarin.
Pengendara roda empat di Makassar penggunaan QR code juga berlaku di SPBU Jl Pengayoman, Kecamatan Makassar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bbm-panakkukang.jpg)