Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Awal Mula Terbentuknya PKI di Indonesia, Bermula ISDV Bentukan Orang Belanda Sneevliet

Awal mula terbentuknya Partai Komunis Indonesia (PKI) salah satu partai politik terbesar di Indonesia pada masa pemerintahan Orde Lama

Editor: Ari Maryadi
Kompas.com
Henk Sneevliet merupakan tokoh yang membawa komunisme ke Indonesia. 

"Pada 1916 Semaoen juga pindah ke Kota Semarang," ujarnya.

Semaoen dan Sneevliet berjumpa lagi di Kota Semarang.

Saat itu Semaoen aktif di sebuah organisasi Sarekat Islam (SI) yang dipimpin Cokroaminoto sebagai pimpinan pusat.

Di Semarang, Semaoen dan Sneevliet juga sempat terlibat aksi mogok kerja para buruh kepada Pemerintah Hindia-Belanda.

Menurutnya, kecocokan Sneevliet dengan Semaoen karena ada kecocokan ideologi dan garis perjuangan yang tak jauh beda.

"Ini ada kesamaan ideologi apa yang dibawa sneevleet dan apa yang dilakukan Semaun dengan Sarekat Islam di Semarang," tutur Tsabit.

Menurut Tsabit, Sneevleet merupakan seorang propagandis komunis yang cukup berpengalaman untuk menginisiasi massa tak terkecuali para buruh.

Snevleet turut mempengaruhi Semaoen dalam beberapa aksi pemogokan para buruh di Semarang hingga internal SI itu sendiri.

"Pengaruh Sneevliet membuat Semaoen berhaluan gerakan sosialis revolusioner yang cukup radikal. Hal itulah yang akhirnya membuat SI Semarang yang dipimpin Semaun dijuluki SI Merah," ungkapnya.

Sebuah jurnal berjudul Muncul dan Pecahnya Sarekat Islam di Semarang 1913-1920 yang ditulis Endang Muryanti menyebut, Semaoen mempunyai pandangan berbeda dengan SI pusat terkait dewan perwakilan rakyat atau Volkstraad.

Saat itu SI pusat menginginkan adanya dewan perwakilan rakyat (Volkstraad), namun SI Semarang khususnya Semaoen yang beraliran radikal tidak senang dengan keputusan tersebut.

Menurut Semaoen, adanya Volksraad sama saja dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kolonial Belanda yang dia anggap sebagai penjajah. Dalam Kongres Nasional Sarekat Islam ketiga di Surabaya pada 29 September–6 Oktober 1918, pengaruh Semaoen semakin luas.

"Semaoen mulai mengoordinir kaum buruh dan tani melalui sentral Sarekat Pekerja," jelasnya.

Semaoen yang beraliran radikalis sosialis revolusioner membuat Sarekat Islam Semarang mempunyai dua kubu, yakni kubu Semaoen dan kubu Abdoel Moeis.

Semaoen lebih radikal sedangkan Abdoel Moeis lebih kooperatif.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved