Opini
Dialog Pluralitas Lintas Agama
Keberagaman ini sudah menjadi hal yang mutlak dan harus dipahami sebagai bagian dari keindahan berbangsa dan bernegara.
Oleh: SUANTO SAg
Mahasiswa ILMU HADIS di UIN ALAUDDIN MAKASSAR
TRIBUN-TIMUR.COM - INDONESIA merupakan Negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi baik deri segi suku, agama dan ras (SARA).
Keberagaman ini sudah menjadi hal yang mutlak dan harus dipahami sebagai bagian dari keindahan berbangsa dan bernegara.
Oleh sebab itu, para pendahulu nenek moyang telah mengikat keberagaman itu dalam sebuah bingkai semboyang binneka tunggal ika (berbeda-beda tapi tetap satu).
Maka sepantasnya dipahami bahwa Indonesia lahir dari perbedaan dan memiliki kesamaan dalam nasib penderitaan yang sama.
Kedua pokok tersebut melahirkan tujuan bernegara agar hidup dengan aman dan sentosa di tanah kelahiran.
Semua itu tentu berlandaskan atas asas kemanusiaan untuk mengakhiri nasib buruk.
Salah satu keberagaman yang menjadi masalah saat ini dapat mengancam tujuan bernegara adalah perbedaan dalam memahami agama.
Perbedaan itu secara intens didapati baik dalam setiap pemeluk masing-masing atau memahami agama lain.
Walau pada kenyataan, perbedaan tersebut secara konteks keimanan tidaklah dapat dipersatukan, namun dalam konteks kemanusiaan masih dapat dicari benang merahnya untuk menciptakan keamanan dan kenyaman dalam berdampingan sehingga tercipta toleransi yang tinggi.
Untuk melahirkan toleransi yang tinggi dan tidak ada lagi kesalah pahaman dalam beragama maka diperlukan dialog lintas agama.
Muatan dialognya tidak berputar pada pembahasan keimanan tapi berfokus pada pengamalan beragama yang memperhatikan batasan setiap hak pemeluk masing-masing penganutnya.
Menghadirkan para cendikiawan lintas agama untuk membahas paham yang terkesan bertentangan dengan kemanusiaan.
Seperti halnya pandangan agama terhadap pelaku koruptor yang dihukum mati, Islam teroris, Persepuluhan, tradisi
berpakaian, keharusan memakai atau melepas jilbab pada sebuah instansi dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suanto-SAg-Mahasiswa-ILMU-HADIS-di-UIN-ALAUDDIN-MAKASSAR.jpg)