Setelah Surabaya dan Bali, Dispar Makassar Promosi Pariwisata di Semarang
Kali ini, Dispar Makassar menyasar Kota Semarang, Jawa Tengah untuk melakukan promosi pariwisata.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Makassar Direct Sale (MDS) kembali digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar.
Kali ini, Dispar Makassar menyasar Kota Semarang, Jawa Tengah untuk melakukan promosi pariwisata.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Novotel, Semarang, Jumat (23/8/2024).
30 reseller yang terdiri dari Association of the Indonesian Tour and Travel (Asita) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel ikut dalam MDS ini.
Rombongan dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Muhammad Roem.
Selain MDS, Dispar juga akan menggelar Makassar Travel Fair (MTF) di Quen Plaza Kota Semarang.
"Hari ini kita berada di Kota Semarang sampai hari Minggu kita mengikuti Makassar Direct Sale dan besoknya akan ada Makassar Travel Fair dan hari ini kegiatan business to business (B2B) industri Makassar dan industri pariwisata di Kota Semarang" ungkap Roem
"Dari Makassar sendiri kami membawa 30 seller baik dari industri hotel dan travel agen dan operator untuk menjual paket-paket yang ada di kota Makassar." tambahnya
Pada kesempatan ini, Roem memperkenalkan Makassar dengan brandingnya sebagai Kota Makan Enak dan Festival Kota Tepian Air.
Selain itu, Makassar juga punya banyak wisata religi yang bisa dikunjungi, seperti Makam Pangeran Deponegoro yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat Kota Semarang dan terutama masyarakat Jawa Tengah.
"Jadi tadi ada tambahan paket wisata religi karena terdapat wisata makam Pahlawan Pengeran Diponegoro dimana makam tersebut punya kemistri atau hubungan emosional dengan masyarakat Jawa Tengah." katanya.
Diketahui, MDS dan MTF merupakan agenda rutin yang digelar oleh Dinas Pariwisata setiap tahun.
Dispar Makassar memberikan ruang kepada pelaku usaha industri hotel dan travel untuk melakukan promosi di beberapa daerah.
Beberapa daerah yang telah dikunjungi tahun ini ialah Surabaya dan Bali.
Ketua Asita Susel, Didi Leonardo Manaba mengemukakan, kegiatan ini sangat berdampak bagi industri tour and travel.
Bahkan ia menarget transaksi dari kegiatan MDS di seluruh kota nantinya bisa menyentuh angka miliaran.
"Ini sangat berdampak bagi kami, buktinya waktu di Surabaya kita melakukan transaksi yang cukup besar," ungkapnya.
Begitu juga dengan PHRI, Sekretaris PHRI Sulsel Nasrullah Karim berharap kegiatan ini menguntungkan industri perhotelan.
Apalagi, transaksi yang dilakukan juga akan secara langsung mempengaruhi perekonomian dan pendapat daerah di Makassar. (*)
| Launching Program Studi PPGA UMI Jelang Milad ke-72 Dihadiri Dirjen PAI Kemenag |
|
|---|
| Kloter 26 Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang, Jamaah Maluku Hanya Transit di Bandara |
|
|---|
| 'Dahsyatnya Cinta Pertama', Cara Unik Das’ad Latif Roasting Siswa Athirah Kajaolalido |
|
|---|
| Tak Terbebani Sebagai Carateker PSM Makassar, Ahmad Amiruddin: Rezeki dari Allah |
|
|---|
| Usai Tawuran, 19 Pelajar SMP di Makassar Malah Dapat Tas Sekolah dari Kapolsek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dispar-makassar-20224.jpg)