Kericuhan Pelajar di Makassar Meluas, Disdik Sulsel Desak Sekolah Tingkatkan P5
Iqbal juga menyatakan bahwa setiap sekolah sudah memiliki mekanisme sendiri dalam memberikan perlindungan kepada siswanya.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM - Keributan antar pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Makassar telah menjadi sorotan publik dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah sekolah di kota ini bahkan menerima teror dari kelompok-kelompok tak dikenal, yang membuat para orangtua siswa semakin khawatir akan keselamatan anak-anak mereka di luar rumah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berupaya agar sekolah-sekolah lebih aktif dalam menjaring minat dan bakat siswa.
Menurutnya, dengan adanya ruang yang tepat untuk menyalurkan minat dan bakat, para siswa akan lebih terarah dan terhindar dari kegiatan negatif.
"Saya meminta semua sekolah untuk memaksimalkan program ekstrakurikuler agar siswa lebih aktif di sekolah. Apalagi dengan adanya program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), ini perlu dimassifkan di semua sekolah," ujar Iqbal Nadjamuddin pada Jumat (23/8/2024).
Iqbal juga menyatakan bahwa setiap sekolah sudah memiliki mekanisme sendiri dalam memberikan perlindungan kepada siswanya.
Diskusi terkait langkah-langkah untuk menjaga stabilitas keamanan siswa juga sudah pernah dilakukan sebelumnya.
"Ini sebenarnya bukan tawuran antar sekolah, melainkan ada oknum yang melakukan provokasi. Namun, kita tetap mengantisipasi semuanya. Saya sudah meminta kepala sekolah untuk mengawasi siswa dari saat mereka masuk sekolah hingga proses belajar mengajar berlangsung," jelasnya.
Iqbal juga menambahkan bahwa pihak sekolah harus lebih jeli dalam mengamati perilaku siswa, sehingga potensi keributan bisa ditangani lebih awal.
Beberapa waktu lalu, terjadi keributan di depan SMA 16 Makassar yang sempat viral.
Enam orang pelajar ditahan untuk menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula saat siswa SMA 11 menggelar bazar di Jl. Tupai, Makassar, pada Minggu (4/8/2024).
"Saat SMA 11 melaksanakan bazar, sekelompok siswa yang diduga berasal dari SMA 16 datang dan melakukan pelemparan," kata Wahiduddin.
Setelah insiden pelemparan itu, keesokan harinya, Senin (5/8/2024), siswa SMA 11 mendatangi SMA 16 dan SMA Kartika.
Namun, situasi tidak berkembang menjadi perselisihan atau perkelahian karena cepat diantisipasi.
| Ada Jalan Santai di Peringatan Hari Buruh di Makassar |
|
|---|
| Pendemo Soroti Upah Murah dan Kondisi Ekonomi Sulsel Lesu |
|
|---|
| Polda Sulsel Kerahkan 200 Personel, Ajak Warga Bayar Pajak Pengesahan via SIGNAL |
|
|---|
| Aksi May Day Kondusif, Dokkes Polda Sulsel Pastikan Layanan Medis Siap |
|
|---|
| Mahasiswa di Makassar Diciduk Polisi Bawa Parang dan Badik di Lokasi Demo Hari Buruh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tawuran-pelajar-sma-di-palopo111.jpg)