Tim PPK Ormawa Al Furqan FISH UNM Edukasi Warga Cegah Stunting dan Gizi Buruk
Seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua, tentang pentingnya pencegahan stunting dan gizi buruk pada anak.
TRIBUN-TIMUR.COM, PALLANGGA -- Upaya mewujudkan generasi emas yang sehat, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Lembaga Dakwah Fakultas Studi Club Al Furqan, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (LDF SC AL FURQAN BEM FIS-H UNM), berkolaborasi dengan UPT Puskesmas Pallangga, menggelar seminar kesehatan di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa pada Selasa, 13 Agustus 2024.
Seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua, tentang pentingnya pencegahan stunting dan gizi buruk pada anak.
Kegiatan ini dihadiri oleh 57 peserta, mayoritas ibu-ibu, serta beberapa tokoh masyarakat termasuk Sekretaris Desa, Kepala Posyandu Desa Bontoala, dan perwakilan dari UPT Puskesmas Pallangga yang bertindak sebagai pemateri.
Muh Irfan Idris, Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa Al Furqan, menekankan bahwa seminar ini adalah bagian dari program kerja yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan anak.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat di Desa Bontoala, dengan harapan dapat membantu para orang tua dalam mencegah stunting dan gizi buruk pada anak-anak mereka,” ujarnya.
Dr. Bahri, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendamping Tim, mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa dan UPT Puskesmas Pallangga, serta menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami berharap seminar ini dapat membantu para orang tua memperoleh pengetahuan yang berguna untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari stunting dan gizi buruk,” tegasnya.
Kepala Posyandu Desa Bontoala, Hj. Andi Mulawati S.ST, juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan pihak puskesmas.
Ia menegaskan pentingnya penyuluhan ini bagi masyarakat, karena orang tua memiliki peran kunci dalam menjaga kesehatan dan pola asuh anak.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena melibatkan masyarakat langsung, bukan hanya kader desa. Penyuluhan ini akan membantu mereka memahami pentingnya mencegah stunting dan gizi buruk,” jelasnya.
Sekretaris Desa Bontoala, Harnia, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa yang telah menyelenggarakan seminar ini, dan berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang disampaikan oleh pemateri.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah mengadakan kegiatan ini. Semoga para peserta dapat memperhatikan dan mengaplikasikan materi yang disampaikan untuk kebaikan anak-anak kita,” ungkapnya.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pihak puskesmas, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di Desa Bontoala, serta mendorong terciptanya generasi yang sehat dan bebas dari ancaman stunting dan gizi buruk.
| Trajektori Pendidikan: Kekerasan Sebagai Ancaman, Masih Adakah Ruang Aman? |
|
|---|
| Percepatan Reformasi Akademik, FISH UNM Tuntaskan Kurikulum melalui Workshop |
|
|---|
| Tim Visitasi PPK Ormawa Direktorat Belmawa Kunjungi Balla Sibaliparri Pulau Barrang Lompo Makassar |
|
|---|
| PPK Ormawa HIMA Sosiologi UNM Launching Kelurahan Sehat Barrang Lompo, Wali Kota: Kontribusi Nyata |
|
|---|
| Cegah Stunting, Tim PPK Ormawa HIMA Sosiologi UNM Latih Ibu-ibu Barrang Lompo Buat Nutice Roll |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BEM-FISH-UNM-berkolaborasi-dengan-UPT-Puskesmas-Pallangga.jpg)