Menembus Ombak Demi Gelar, Mahasiswi KIP-K UT Makassar Berjuang dari Pulau Kulambing
Mahasiswi UT Makassar dari Pulau Kulambing raih IP tinggi meski hadapi keterbatasan akses.
TRIBUN-TIMUR.COM – Keterbatasan geografis tak menjadi penghalang bagi semangat menuntut ilmu. Hal ini dibuktikan oleh dua mahasiswi Program Studi Manajemen semester 4 Universitas Terbuka Makassar, Riska dan Hasanatun, yang berasal dari Pulau Kulambing, Kabupaten Pangkep.
Di tengah tantangan akses dan keterbatasan infrastruktur, keduanya tetap mampu menunjukkan capaian akademik yang membanggakan. Riska mencatatkan Indeks Prestasi (IP) 3,03, sementara Hasanatun meraih IP 2,95.
Prestasi tersebut diraih melalui perjuangan yang tidak sederhana, terutama dalam mengakses pembelajaran daring.
Untuk mendapatkan jaringan internet yang stabil, keduanya harus menuju area dermaga pulau. Selain itu, sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), mereka secara rutin menempuh perjalanan laut dan darat menuju Makassar untuk mengikuti Tutorial Tatap Muka (TTM).
“Inisiatif dan motivasi belajar adalah kunci utama. Status sebagai penerima KIP-K justru menjadi dorongan bagi kami untuk lulus tepat waktu,” ujar Hasanatun.
Kisah keduanya menjadi potret nyata ketangguhan mahasiswa di wilayah kepulauan dalam menghadapi keterbatasan. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan UT Makassar turut menjadi fondasi penting dalam membentuk kemandirian belajar mahasiswa.
Riska mengungkapkan, bekal dari Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) dan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) membantu mereka beradaptasi dengan metode pembelajaran mandiri.
Penguasaan teknologi juga menjadi bagian penting dari proses tersebut, termasuk pemanfaatan aplikasi My-UT yang memudahkan akses layanan akademik seperti registrasi, kartu ujian, ruang baca virtual, tutorial online, hingga informasi nilai.
Apresiasi atas kegigihan keduanya disampaikan oleh Penanggung Jawab ORMAWA UT Makassar, Drs. Jamil, M.Pd. Ia menilai capaian Riska dan Hasanatun menjadi bukti bahwa akses pendidikan tinggi berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terhalang batas geografis.
“Ini adalah contoh nyata bahwa semangat dan disiplin mampu mengalahkan segala keterbatasan. Mereka tidak hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di wilayah kepulauan,” ujarnya.
Di balik segala tantangan yang dihadapi, Riska dan Hasanatun menyimpan mimpi besar untuk berkarier di dunia perbankan setelah menyelesaikan studi. Dengan ketekunan dan semangat yang terus terjaga, harapan tersebut kini semakin dekat untuk diwujudkan.
Kisah ini menjadi pesan kuat bahwa pendidikan tidak mengenal batas wilayah. Dengan motivasi, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar, setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.(*)
| Baru Tiga Pekan Dibuka, Pendaftar UT Makassar Tembus 2.217 Calon Mahasiswa |
|
|---|
| Momentum Harkitnas 2026, UT Makassar Ajak Civitas Akademika Bijak Bermedia Digital |
|
|---|
| Hardiknas 2026, Direktur UT Makassar Tegaskan Peran Pendidikan Menuju Indonesia Emas |
|
|---|
| Hari Kedua Wisuda, UT Makassar Cetak 744 Lulusan Berdaya Saing Global |
|
|---|
| Mau Jadi Pengusaha Muda? Ini Cara UT Makassar Siapkan Mahasiswa Jadi Entrepreneur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MAHASISWI-UT-MAKASSAR.jpg)