Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SDN 26 Sapinggang

Bandingkan Pendidikan Anak di Jayapura dan Pangkep, Kondisi Murid Beda Jauh

Sementara murid sekolah di Kampung Bring dan Hyansip, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura masih mendapat perhatian berbagai pihak.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ansar

TRIBUN-TIMUR.COM - Bandingkan nasib murid SD Negeri 26 Sapinggang di Pulau Sapinggang, Desa Tampang, Kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep dan Kampung Bring dan Hyansip, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura.

Sudah tiga bulan murid SD Negeri 26 Sapinggang, Sulawesi Selatan tak masuk sekolah.

Sementara murid sekolah di Kampung Bring dan Hyansip, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Papua masih mendapat perhatian berbagai pihak.

Meski tertinggal, namun murid  Distrik Kemtuk Gresi tetap bisa belajar.

Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi murid di Kabupaten Pangkep.

Baca juga: Video Rp50 Miliar untuk Kemenangan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi di Pilgub Sulsel 2024

Pangkep adalah satu kabupaten di Sulsel yang cukup maju dalam pembangunan.

Di Jayapura, sejumlah komunitas memberikan perhatian khusus bagi murid supaya bisa belajar.

Komunitas mengumpulkan donasi.

Hasil donasi 'Kopi untuk Buku' akhirnya didistribusikan ke rumah baca di Kampung Bring dan Hyansip, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/5/2024).

Kegiatan donasi yang di gelar oleh Duta Baca Provinsi Papua Michael John Yarisetouw bersama Polres Jayapura itu di sambut antusias puluhan anak-anak.

Mereka berusia rata-rata 4-12 tahun. Pagi itu, mereka berkumpul di sebuah gedung baru yang berada tepat di tengah kampung.

Gedung terbuat dari beton itu adalah rumah baca yang baru saja didirkan oleh pemerintah Kampung Bring, disebut dalam bahasa daerah setempat rumah baca 'Ucupke Ku' atau 'Lihat ke depan'. 

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura Hana Hikoyabi, Kapolres Jayapura AKBP Frederickus W A Maclarimboen, Duta Baca Kabupaten Jayapura Henny Felle dan rombongan tiba di dumah baca Ucupke Ku sekitar pukul 11.00 WIT, saat itu anak-anak sedang menempel kertas bertuliskan harapan di pohon kehidupan.

Mereka juga menunjukkan hasil gambar berbagai warna dan rupa yang dibantu oleh panitia. Rumah baca Ucupke Ku mendapat donasi 509 buku bacaan, cerita bergambar, dan 5 rak buku.

Kepala Kampung Bring Elisa Nian dalam sambutannya mengatakan potret pendidikan di kampungnya kebanyakan siswa putus sekolah, anak tidak bisa membaca, dan lansia. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved