Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SDN 26 Sapinggang

Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri 26 Sapinggang Pangkep Kabur, 65 Murid Jadi 'Korban'

Dinas Pendidikan Pangkep, sekolah ini memiliki 65 murid dan empat orang tenaga pendidik yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 2 honorer dan 1 orang bers

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Viral! kondisi memperihatinkan murid SD Negeri 26 Sapinggang di Pulau Sapinggang, Desa Tampang, Kecamatan Liukang, Tangaya Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 65 murid SD Negeri 26 Sapinggang di Pulau Sapinggang, Desa Tampang, Kecamatan Liukang, Tangaya Kabupaten Pangkep tak belajar lagi.

Tak satu pun guru atau pihak Pemkab Pangkep datang ke pulau tersebut mengajar.

Para guru yang datang mengajar tak pernah kembali lagi setelah balik ke kota.

Dinas Pendidikan Pangkep, sekolah ini memiliki 65 murid dan empat orang tenaga pendidik yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 2 honorer dan 1 orang berstatus PPPK.

Kadis Pendidikan Kabupaten Pangkep,  Sabrun Jamil mengatakan akan memanggil kepala sekolah dan pengawas sekolah terkait hal ini untuk memberikan klarifikasi. 

Ia mengatakan, sanksi akan dijatuhkan bila dalam proses pemeriksaan para guru benar mangkir dalam tugas.

"Kami akan memanggil pengawas, kepala sekolah dan guru terkait berita ini untuk  menghadap memberikan klarifikasi. Kami akan mengambil langkah sesuai dengan aturan," ucapnya.

Sabrun mengaku tidak tahu dengan kondisi tersebut sebab pengawas sekolah tak pernah melaporkan mangkirnya para guru selama berbulan-bulan.

"Untuk Kecamatan Liukang Tangaya ada 2 orang pengawas SD. Sampai saat ini belum ada laporan dari pengawas," pungkasnya

Hal ini dikarenakan tak adanya tenaga pengajar yang datang ke sekolah.

Video amatir yang memperlihatkan para siswa yang hanya bermain di sekitar sekolah pun viral di media sodial.

 Salah satu warga, Junaedi mengatakan sebelum aktivitas sekolah berhenti hanya 1 orang honorer berstatus guru pembantu yang mengajar.

Junaedi menuturkan, guru tersebut mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6.

"Guru pembantu itu tamatan SMA sendiri mengajar mulai kelas 1 sampai kelas 6," ucapnya.

Ia mengatakan, anak-anak tak punya pilihan untuk bersekolah sebab hanya Negeri 26 yang ada di pulau ini.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved