Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2024

KIM Buka Pintu untuk Partai Keadilan Sejahtera, Anies Baswedan Terancam

Idrus Marham mengatakan Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih membuka komunikasi dengan partai politik lainnya.

Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM
PKS buka opsi tinggalkan Anies Baswedan dan mendukung Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih membuka komunikasi dengan partai politik lainnya.

Menurutnya, desain politik KIM kekeluargaan dan kegotoroyongan sesuai demokratisasi dalam nilai-nilai Pancasila.

Idrus menuturkan konsep kebersamaan ini kelak untuk mendukung program-program pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.

Tersebutlah, KIM sudah mantap memilih kader Golkar Ridwan Kamil untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.

Ketokohan Ridwan Kamil sebagai kader Partai Golkar menjadi pertimbangan untuk maju memimpin DKI 1.

KIM memastikan tidak ada upaya menjegal salah satu calon gubernur manapun termasuk Anies Baswedan yang disebut akan melawan kotak kosong.

“Bukan, jadikan ada komunikasi di dalam demokrasi itu komunikasi bebas. Yang salah itu kalau misalkan kita melarang orang untuk komunikasi dengan yang lain, itu yang gak boleh,” kata Idrus dalam podcast dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Kantor Palmerah, Jakarta, Jumat (9/8/2024).

”Tetapi di dalam komunikasi itu politik yang dilakukan ya ternyata kan yang mendapat respon,” imbuhnya.

Konsep gotong rotong sesuai dengan bunyi Pancasila ke-4 yakni permusyawaratan perwakilan demi mencapai kemufakatan.

KIM pun masih membuka pintu koalisi termasuk dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar Ridwan Kamil dapat memenangka kontestasi dengan mudah.

Idrus menyebut kekuatan koalisi besar ini bukan untuk menjegal pasangan calon tertentu tetapi strategi politik, strategi pemenangan sekaligus kalkulasi politik.

“Kalau menjegal sama dengan menghianati nilai-nilai Pancasila, berarti kan bukan sebuah keluarga, satu keluarga juga ayo bareng-bareng dong,” urainya.

Golkar memandang hubungan dengan PKS juga harmonis terbukti pada Pilpres 2014 di mana saat itu terbentuk Koalisi Merah Putih.

Idrus sebagai mantan Ketua Koalisi Merah Putih merasakan suasan kebatiannya yang hangat dengan PKS.

“Kita melawan Koalisi Indonesia Hebat ketika itu, kita tahu yang namanya PKS itu dengan kita dengan Pak Prabowo, itu suasana kebatinannya ketika itu luar biasa loh jadi tidak ada hambatan-hambatan psikologis politik,” imbuhnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved