Duduk Perkara Korupsi Nikel Bikin Nama Bobby Nasution Terseret, Kode Blok Medan Jadi Awal Mula
Wali Kota Medan ini disebut dengan istilah Blok Medan di kasus Izin Usaha Pertambangan nikel tersebut.
"Itu kan hasil sidang ya.
Saya rasa kalau dikomentari dalam seperti ini tidak etis. Silakan saja dalam persidangan (ada istilah itu), apa disebutkan saya ikut saja, di persidangan ya," ujarnya di Jalan Asia, Kota Medan, Sabtu (3/8/2024).
Sosok Abdul Gani Kasuba
Sosok Abdul Gani Kasuba (AGK), eks Gubernur Maluku Utara hingga kini jadi sorotan.
Abdul Gani Kasuba viral lantaran dituduh kerap order cewek hingga habiskan Rp 3 miliar.
Kasus tersebut pun menyeret anak Abdul Gani Kasuba, Muhammad Thariq Kasuba.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Muhammad Thariq Kasuba (MTK).
MTK dipanggil sebagai saksi saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat ayahnya.
"(KPK memanggil) MTK, swasta/Komisaris PT Fajar Gemilang," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto kepada wartawan, Senin (22/7/2024) dilansir kompas.com.
Thariq sudah berulangkali diperiksa penyidik terkait perkara suap maupun TPPU ayahnya.
Beberapa waktu lalu, penyidik telah menyita tiga unit tanah dan bangunan dari Thariq yang terletak di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Selain Thariq, penyidik juga memanggil saksi berinisial EBB alias Ucok dari pihak swasta.
Adapun kasus TPPU yang sedang diusut KPK merupakan pengembangan dari perkara suap yang menjerat Abdul Gani Kasuba.
Dalam perkara pokoknya, Adul Gani didakwa menerima suap dan gratifikasi dengan nilai Rp 109,7 miliar.
KPK menyebutkan, Abdul Gani diduga menerima uang panas Rp 99,8 miliar dan 30 ribu dollar Amerika Serikat (AS).
Uang itu diterima melalui transfer perbankan maupun secara tunai.
Penerimaan uang di antaranya terkait proyek infrastruktur hingga suap jual beli jabatan.
KPK kemudian mengembangkan perkara Abdul Gani dan menetapkan sejumlah tersangka pemberi suap yang masih bergulir di tahap penyidikan.
Abdul Gani Kasuba Disebut Order Cewek hingga Rp3 M
Sebelumnya, seorang perempuan bernama Eliya Gabrina Bachmid (EGB) memberikan kesaksian pada persidangan Abdul Ghani Kasuba (AGK) di Pengadilan Tipikor Negeri Ternate, Maluku Utara, Kamis (18/7/2024).
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT).
Adapun kegiatan OTT tersebut dilaksanakan pada Senin (18/12/2023) silam.
Abdul Gani dan belasan orang yang diamankan atas kasus dugaan jual beli jabatan.
Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
"Diduga dalam tindak pidana korupsi lelang jabatan dan proyek pengadaan barang dan jasa," katanya, Senin.
Dalam persidanga Abdul Ghani Kasuba (AGK) di Pengadilan Tipikor Negeri Ternate, Maluku Utara, Kamis (18/7/2024), seorang perempuan bernama Eliya Gabrina Bachmid.
Eliya Gabrina disebut-sebut merupakan kontraktor juga politikus di Maluku Utara.
Di depan Majelis Hakim yang dipimpin Harianta, Eliya mengungkapkan perannya selama bersama AGK yang sering disapanya sebagai "Om Haji".
Eliya mengklaim sebagai bagian dari keponakan Abdul Gani Kasuba. Namun dibantah sang putri AGK.
Nurul Izza Kasuba, putri Abdul Gani Kasuba membantah kesaksian Eliya Gabrina Bachmid terhadap ayahnya dalam sidang Pengadilan Tipikor Ternate.
Nurul mengaku Eliya bukan keluarga dekatnya.
"Saya tidak berkeluarga dekat dengan dia. Jadi ini fitnahnya Masya Allah sekali, saya tidak terima sebagai anak kandung," ucap Nurul.
Kembali ke kesaksikan Eliya Gabrina, ia mengaku menyediakan gadis-gadis muda nan cantik untuk melayani AGK sekaligus membayar mereka dengan uang yang dikirim AGK melalui tiga rekening; BRI, BCA dan Mandiri.
Eliya juga sering menggunakan uang pribadinya terlebih dulu untuk bayar ke wanita yang dipesan AGK. Setelah itu, barulah AGK mengganti uang Eliya.
Dikutip dari YouTube Tribunnews link:https://youtu.be/n0Tp2wSN60o?si=QOwUyazWRzW-8W_Z Eliya mengakui menjadi penghubung untuk mencarikan wanita cantik untuk menemani AGK.
Eliya mengantar dan menemani puluhan wanita untuk bertemu AGK. Wanita pesanan itu pun diantar ke hotel.
Setelah wanita itu bertemu AGK di kamar hotel, Eliya mengaku langsung meninggalkan mereka berduaan di kamar.
"Di kamar itu berdua Om Haji (AGK) dengan perempuan selama satu sampai dua jam."
"Saya tunggu di luar. Jadi tidak tahu apa yang dibuat di dalam kamar," kata Eliya dalam kesaksiannya di persidangan.
Adapun hotel yang sering digunakan AGK untuk bertemu dengan para wanita cantik, menurut Eliya, adalah Hotel Bidakara dan Swiss-Belhotel di Jakarta, dan Hotel Bela di Ternate.
Berapa Tarif Wanita Pesanan?
Eliya mengaku diminta AGK untuk memberikan uang kepada wanita yang dipesannya.
"Nilainya bervariasi. Mulai dari Rp10 juta sampai Rp50 juta. Jadi ada perempuan yang dikasih Rp10 juta dan seterusnya sampai Rp50 juta,"bebernya.
"Om haji (AGK) yang minta bantu untuk mencari perempuan. Jadi saya bawakan ke om," sambungnya.
Habiskan Rp 3 miliar untuk order cewek dan gunakan kode "Ayu dan Cantik"
Eliya Gabrina mengklaim total uang yang dikeluarkan hanya untuk membayar wanita pesanan AGK mencapai Rp 3 miliar.
Hal itu karena menurut Eliya, dalam sehari om AGK bisa bertemu dengan tiga wanita cantik.
Dalam memesan wanita, Eliya Gabrina mengungkapkan dengan menggunakan kode khusus saat mengantar cewek-cewek itu ke hote.
Ia mengaku lebih dulu menghubungi ajudan AGK dengan memakai kode "Ayu" maupun "Cinta".
Saat dicecer oleh Jaksa Penuntut Umum tentang apa motivasinya sampai memberi banyak wanita cantik ke AGK padahal keduanya masih ada hubungan keluarga, Eliya Gabrina mengaku agar dimuluskan mendapatkan proyek-proyek di lingkungan Pemprov Maluku Utara.
"Saya bawa perempuan-perempuan tersebut ke om haji agar supaya memudahkan pencairan proyek,"jawab Eliya yang juga merupakan anggota DPRD Halmahera Selatan itu.
Profil dan Harta Kekayaan Abdul Ghani
Abdul Ghani Kasuba merupakan pria asal suku Tobeli yang lahir di Bibinoi, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada 21 Desember 1951.
Abdul Gani tumbuh dalam keluarga pemeluk Islam pertama di suku Tobelo.
Dia menghabiskan masa kecilnya di daerah Palu, Sulawesi Tengah dan kembali ke tanah kelahirannya di Maluku Utara.
Dikutip dari laman Provinsi Maluku Utara, Abdul Gani menempuh pendidikan di Madrasah Diniyah awaliyah (M.D.A) Alkhairat Palu (setingkat SD) dan melanjtukan ke Madrasah lanjutan Alkhairat Pusat Palu Madrasah (setingkat SMP).
Setelah lulus, ia melanjutkan sekolah ke Madrasah lanjutan Alkhairat Pusat Palu (Madrasah Mualimin) yang setara dengan SMA.
Di tingkat perguruan tinggi, Abdul Gani memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.
Dia menjadi penganut Islam dari suku Tobelo pertama yang menuntut ilmu ke luar negeri.
Karier politik Abdul Ghani Kasuba
Setelah lulus dari Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, Abdul Gani kembali ke tanah kelahiran dan bekerja sebagai kepala Inspeksi di Yayasan Al-Khaairat pada 1983-1990.
Dia juga aktif di bidang dakwah sehingga dilirik oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Abdul Gani juga pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Provinsi Maluku Utara pada 1994-1999.
Dikutip dari Kompas.id, karier politiknya dimulai pada saat pemilu legislatif 2004 di mana PKS mengajaknya untuk maju sebagai calon legislatif mewakili provinsi Maluku Utara.
Meski sempat ragu, Abdul Gani akhirnya setuju maju sebagai calon legislatif pada pemilu 2004.
Dia mem-branding dirinya sebagai "Mualaf Politik" karena keberaniannya keluar dari dunia dakwah menuju dunia politik.
Pengalaman Jabatan / Pekerjaan
1976 s.d. 1977: Sekretaris Persatuan Pelajar Mahasiswa Medinasi
1983 s.d. 1990: Kepala Inspeksi Al Khairat Maluku Utara - Irian Jaya
1994 s.d. 1999: Wakil Ketua Majelis Ulama Provinsi Maluku Utara
2004 s.d. 2007: Anggota DPR-RI dari Partai Keadilan Sejahtera
2008 s.d. 2013: Wakil Gubernur Maluku Utara
2014 s.d. 2019: Gubernur Maluku Utara
2019 s.d sekarang : Gubernur Maluku Utara (Periode ke-2)
Pengalaman Organisasi
Wakil Ketua Komisaris Al Khairat Maluku Utara - Irian Jaya
Ketua Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Maluku Utara
Ketua Badan Pembina Umat Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Maluku Utara
Pendidikan Formal
SD : Madrasah Diniyah awaliyah (M.D.A) Alkhairat Palu
SMP : Madrasah lanjutan Alkhairat Pusat Palu Madrasah
SMA : Madrasah lanjutan Alkhairat Pusat Palu (Madrash Mualimin)
Tempat pendidikan terakhir : Islamic University Madinah Fakultas Dakwah
Harta kekayaan Abdul Ghani Kasuba
Abdul Gani merupakan Gubernur Maluku Utara dengan kekayaan Rp 6,4 miliar sebagaimana tercatat pada Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 14 Mei 2023.
Alokasi harta kekayaan Abdul Gani paling banyak berupa tanah dan bangunan yang mencapai Rp 5,3 miliar.
Berikut rincian harta kekayaan Abdul Gani Kasuba:
1. Tanah dan bangunan Rp 5.380.000.000
Tanah dan bangunan seluas 443/200 meter persegi di Ternate Rp 250.000.000
Tanah dan bangunan 200/150 meter persegi di Ternate Rp 200.000.000
Tanah seluar 389 meter persegi di Halmahera Utara Rp 90.000.000
Tanah seluas 9.016 meter persegi di Halmahera Selatan Rp 150.000.000
Tanah dan bangunan seluas 231/210 meter persegi di Jakarta Selatan Rp 4.000.000.000
Tanah dan bangunan seluas 443/200 meter persegi di Ternate Rp 250.000.000
Tanah dan bangunan seluas 200/150 meter persegi di Ternate Rp 200.000.000
Tanah seluas 389 meter persegi di Halmahera Utara Rp 90.000.000
Tanah seluas 9.016 meter perguruan di Halmahera Selatan Rp 150.000.000
2. Alat transportasi dan mesin
Mobil Toyota Kijang Innova G tahun 2012 Rp 75.000.000
3. Harta bergerak lainnya
Total mencapai Rp 330.000.000
4. Kas dan setara kas
Nominal harta kas dan setara kas senilai Rp 673.409.184
Total harta kekayaan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani mencapai Rp 6.458.409.184.
KPK Sita Hotel Abdul Ghani Kasuba
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset, termasuk hotel milik Gubernur nonaktif Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba.
Aset-aset milik Abdul Ghani itu ditemukan berdasarkan informasi yang didapatkan penyidik dari para saksi.
Penyidik kemudian mendapati bahwa Abdul Gani memiliki sejumlah aset bernilai ekonomis yang tersebar di Kota Ternate, Kabupaten Tidore Kepulauan, dan Bacan Halmahera Selatan.
Aset-aset itu diduga masih berkaitan dengan perkara rasuah Abdul Gani.
Aset dimaksud berupa 10 bidang tanah dan bangunan dan telah dilakukan penyitaan pada tanggal 20 Maret 2024.
Adapun upaya paksa penyitaan ini bertujuan untuk memaksimalkan pemulihan aset negara yang dinikmati koruptor.
Diketahui, Abdul Gani diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK 18 Desember 2023 lalu di Jakarta.
Dia dan anak buahnya kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap proyek pembangunan infrastruktur jalan.
Belakangan, KPK mengembangkan penyidikan dan mengusut dugaan korupsi di sektor izin tambang.
Tidak hanya itu, KPK juga tengah membidik dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Untuk itu, penyidik telah memeriksa dua anak Abdul Ghani yakni M. Thoriq Kasuba dan Nurul Izzah.
(Bangkapos.com/Tribun-Medan.com/TribunTernate.com/Kompas.com)
Nasib Bobby Nasution Usai Mertuanya Jokowi Bukan Presiden, KPK Sisir Korupsi di Sumut Seret Rektor |
![]() |
---|
Daftar 4 Gubernur Kinerja Buruk Versi Generasi Muda, 2 Orang Dekat Jokowi |
![]() |
---|
Rekam Jejak Mayjen Rio Firdianto Pangdam I Bukit Barisan Dilempari Batu saat Bobby Robohkan Diskotek |
![]() |
---|
Surya Paloh Singgung OTT Anak Buah Bobby Nasution Usai Bupati Nasdem Ditangkap KPK |
![]() |
---|
Nasib Bobby Nasution di Kasus Proyek Jalan Sumut Dibahas KPK |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.