Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Makassar Siang Ini, Agendanya Buka MIF Muhammadiyah-MUI
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dijadwalkan berkunjung ke Kota Makassar Rabu (31/7/2024) hari ini.
Untuk anak muda yang masih pusing mencari pekerjaan, berkunjung ke lokasi MIF adalah pilihan yang tepat. Sebab, pelaksana kegiatan telah bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan job fair. Apa itu?
Job Fair adalah salah satu rangkaian kegiatan yang membuka peluang pekerjaan bagi generasi muda yang masih menganggur.
“Untuk kalangan yang belum punya kerja, di lokasi MIF bisa langsung diwawancarai dengan pihak perusahaan yang sedang membutuhkan karyawan, kalau cocok bisa langsung diterima kerja, tentu pihak perusahaan itu punya aturan main yang harus dipenuhi calon karyawan,” terang Mustari.
MIF Bakal Launching 3 Program Jitu
Mustari membeberkan rencana penutup kegiatan MIF akan diisi dengan launching tiga program jitu. Program itu berupa gagasan solutif untuk mengatasi berbagai persoalan di Sulsel, khususnya di Kota Makassar.
“Ada tiga gerakan yang akan dilaunching dalam kegiatan itu, pertama Akselerasi Pengembangan Ekonomi Syariah, kita akan beri nama singkatan Garda Appisara yang berarti menyandarkan kepada syariat, jadi segala sesuatu yang akan dilakukan apakah sesuai dengan syariat atau tidak,” ujar dia.
Dalam hal masalah kekinian, termasuk judi online dan prostitusi, Mustari juga mengaku telah memiliki rencana yang digagas bersama dengan inisiator kegiatan.
“Kedua, untuk gerakan penanggulangan penyakit sosial, kita akan beri nama Garda Arena Sial, jadi kita akan kawal. Itu kepanjangannya, Gerakan Apresiasi, Dakwah, Antisipasi dan Rehabilitasi Penyakit Sosial. Kedepan kita mau, yang menganggur ini yang suka lain-lain akan kita lakukan pembinaan. Muhammadiyah kan gerakan dakwah, sementara MUI mengawal umat. Tentu mau diperbaiki kesejahteraannya, akhlak, ibadah dan keimanan,” ungkap Mustari.
Sementara, program terakhir yang akan dilaunching merupakan solusi universal bagi permasalah yang sedang dihadapi umat manusia kini. Persoalan itu berupa kebiasaan masyarakat Indonesia menyisah dan membuang-buang makanan.
Mustari menilai perbuatan demikian sangat tidak terpuji. Selain itu, membuang-buang makanan juga bisa mengakibatkan tingginya gas metana yang mengakibatkan efek gas rumah kaca yang memperburuk kondisi iklim.
“Ketiga, Indonesia kan ranking 1 dalam hal membuang-buang makanan, beberapa bulan terakhir ini kan kita lihat di berita, Indonesia itu ranking 1 dalam membuang-buang makanan se-Asean. Kalau dirupiahkan, itu kita membuang sampai 551 triliun per tahun. Karena Al-Qur'an melarang. Jadi kita mau launching gerakan anti mubazir, dan makan minum berlebihan. Itu disingkat Garda Makmun,” tutup dia.
Sekadar diketahui, bagi para pengunjung MIF nantinya telah disediakan lokasi parkir kendaraan tanpa tarif. Panitia MIF bakal menugaskan beberapa penjaga kendaraan yang akan bergantian berjaga.
RT Sekaligus Petugas Kebersihan, Riadi Layani Warga Tanpa Libur |
![]() |
---|
Bina Semangat Kekeluargaan, FISIP Unismuh Gelar Family Gathering di Bira Bulukumba |
![]() |
---|
169 RT dan 45 RW di Wajo 'Menjerit', Insentif Menunggak Dua Bulan |
![]() |
---|
Sulsel Genjot Pembentukan TTIS di 22 Daerah, Target Rampung September |
![]() |
---|
Diwakili Asisten III Firman Pagarra, Wali Kota Makassar Raih Penghargaan Baznas Award 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.