Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Eksekusi Rumah Ricuh

1 Orang Babak Belur saat Pengamanan Eksekusi Rumah Warga di Maroneng, Kapolres Pinrang Minta Maaf

AKBP Andiko Wicaksono meminta maaf atas tindakan represif polisi kepada pemuda bernama Haidir Ali hingga babak belur.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG -- Kapolres Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) AKBP Andiko Wicaksono meminta maaf atas tindakan represif polisi kepada pemuda bernama Haidir Ali hingga babak belur.

Peristiwa itu terjadi saat kegiatan eksekusi 21 rumah warga di Desa Maroneng, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (29/7/2024) kemarin.

"Saya meminta maaf kalau ada kejadian seperti itu, saya tentu yang bertanggung jawab karena saya yang memimpin pengamanan tersebut," kata Kapolres Pinrang, AKBP Andiko Wicaksono kepada wartawan, Rabu (31/7).

Andiko mengungkapkan, pihaknya memang sempat mengalami kendala saat proses eksekusi rumah di Desa Maroneng itu.

Kolase Haidir Ali saat dirawat usai babak belur diduga tindakan represif polisi saat mengamankan eksekusi 21 rumah di Desa Maroneng, Kabupaten Pinrang, Sulsel
Kolase Haidir Ali saat dirawat usai babak belur diduga tindakan represif polisi saat mengamankan eksekusi 21 rumah di Desa Maroneng, Kabupaten Pinrang, Sulsel (Kolase Tribun-timur.com)

Pasalnya kata dia, saat petugas menuju lokasi eksekusi warga setempat melakukan perlawanan dengan memblokade jalan utama hingga melempar batu ke arah petugas.

"Mungkin kita bisa lihat kondisinya seperti apa di sana. Sebelumnya kami sudah mengimbau warga agar tidak melakukan hal anarkis, tapi warga melempar batu ke arah petugas," ungkapnya.

Baca juga: Haidir Babak Belur saat Ricuh Eksekusi Rumah di Pinrang Sulsel, Dipukul Ditendang Orang Berseragam

Akibat lemparan batu itu, Danyon Brimob B Parepare, Kompol Ramli terkena lemparan batu hingga mengalami luka terbuka di bagian kaki kirinya.

Tak hanya itu, salah seorang petugas personel Polres Pinrang juga mengalami sesak nafas sampai harus dirawat di rumah sakit.

"Pak Danyon itu kaki kirinya terluka kena batu dan harus dijahit. Ada juga anggota kami sesak nafas dan dilarikan ke rumah sakit saat kejadian itu," ucapnya.

Andiko pun menanggapi dirinya dituntut mundur dari jabatan setelah peristiwa kekerasan yang diterima pemuda bernama Haidir Ali.

"Kalau soal itu kan ada prosedurnya. Silahkan ke Propam, apapun hasilnya saya akan bertanggung jawab," tegasnya.

Mahasiswa Desak Kapolres Pinrang Dicopot Usai Tindakan Represif Polisi

Sejumlah mahasiswa melakukan demonstrasi di Polres Pinrang, Selasa (30/7).

Demonstrasi itu dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban Kapolres Pinrang, AKBP Andiko Wicaksono atas perlakuan represif yang dilakukan polisi kepada seorang pemuda bernama Haidir Ali.

"Kami menuntut pertanggungjawaban Kapolres atas kekerasan yang dilakukan anggotanya," kata salah seorang mahasiswa Umar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved