Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Eksekusi Rumah Ricuh

Mahasiswa Desak Kapolres Pinrang Dicopot Usai Tindakan Represif Polisi

AKBP Andiko Wicaksono atas perlakuan represif yang dilakukan polisi kepada seorang pemuda bernama Haidir Ali.

|
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Saldy Irawan

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG -- Sejumlah mahasiswa melakukan demonstrasi di Polres Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (30/7/2024).

Demonstrasi itu dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban Kapolres Pinrang, AKBP Andiko Wicaksono atas perlakuan represif yang dilakukan polisi kepada seorang pemuda bernama Haidir Ali.

Tindakan represif itu dilakukan anggota polisi saat pengamanan eksekusi 21 rumah di Desa Maroneng, Kecamatan Duampanua, Pinrang, Senin (29/7).

"Kami menuntut pertanggungjawaban Kapolres atas kekerasan yang dilakukan anggotanya," kata salah seorang mahasiswa Umar.

Dia mengungkapkan, tindakan yang dilakukan anggota polisi tersebut merupakan tindakan intimidasi kepada aktivis.

Menurutnya, atas kekerasan dilakukan polisi itu juga, korban korban mengalami luka hingga babak belur di bagian wajah.

"Saudara kami Haidir Ali mengalami luka serius setelah dikriminalisasi oleh oknum polisi. Justru perlakuan tersebut melanggar undang-undang," ungkapnya.

Mahasiswa pun menuntut Kapolres Pinrang, AKBP Andiko Wicaksono mundur dari jabatannya.

Mahasiswa juga berencana melaporkan Kapolres Pinrang ke Propam.

Sebelumnya diberitakan, kericuhan antara warga dan polisi saat proses eksekusi 21 rumah warga di Kabupaten Pinrang, menimbulkan korban.

Salah seorang pemuda bernama Haidir Ali mengalami babak belur diduga mendapat tindakan represif oleh pihak kepolisian yang mengamankan proses eksekusi rumah warga tersebut.


"Saya dipukul, ditendang sampai diseret. Ada anggota (polisi) yang pakai baju seragam ada juga yang pakai pakai baju biasa," kata Haidir Ali kepada Tribun-Timur.com, Senin (29/7).
Haidir mengungkapkan, saat itu dirinya berusaha melakukan mediasi kepada polisi agar tidak menembakan gas air mata ke masyarakat.

Namun saat dirinya bertemu dengan Kapolres Pinrang, AKBP Andi Wicaksono, dirinya langsung ditarik oleh anggota polisi kemudian diseret sambil dipukuli.

"Pada saat mediasi, saya bicara dengan Kapolres sambil menunggu apa keputusan masyarakat. Tapi kenapa tiba-tiba saya ditarik dan dipukuli di depan Kapolres dan diseret," ungkapnya.
Akibat kekerasan yang diterimanya itu, Haidir mengalami luka robek di bagian kepala, dagu dan mata sebelah kirinya lebam.
Saat ini Haidir masih menjalani perawatan intensif Rumah Sakit (RS) Madising Bungi, Pinrang.

eksekusi 21 rumah warga di Desa Maroneng, Kecamatan Duampanua berakhir ricuh.

Baca juga: VIDEO: Viral 2 Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan di Gowa, 4 Pelaku Masih Buron

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved