Harga Bahan Pokok Naik, Pasar Rakyat Antang Sepi Pembeli
Penjual bahan pokok, Suarni mengatakan semenjak tahun ajaran baru pembeli semakin berkurang.
Penulis: M Yaumil | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harga bahan pokok naik, Pasar Rakyat Antang jadi sepi pembeli, Selasa (30/7/2024).
Pasar Rakyat berada di Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Penjual bahan pokok, Suarni mengatakan semenjak tahun ajaran baru pembeli semakin berkurang.
Hal ini karena pengeluaran kepada anak yang baru masuk sekolah.
Fenomena ini sudah menjadi siklus setiap tahunnya.
“Kalau sekarang itu memang sepi karena musim anak masuk sekolah (tahun ajaran baru) dimana-mana bukan cuma pasar disini berpengaruh,” katanya.
“Mungkin fokus buat anaknya setiap tahun begitu kalau saya perhatikan, mungkin dibatasi buat keperluan,” tambahnya.
Suarni lebih banyak menjual keperluan rumah tangga.
Seperti penyedap rasa, sabun, telur, beras, minyak, serta bahan lainnya
Untuk telur sendiri terbilang stabil karena memiliki variasi harga.
Ukuran kecil berkisar Rp 45 ribu per rak, ukuran sedang Rp 50 ribu, dan besar Rp 55 ribu per rak.
Harga telur akan naik saat mendekati hari besar keagamaan seperti maulid, idul adha, dan bulan puasa.
“Harga telur satu rack tergantung ukuran, ada yang kecil Rp 45 ribu, sedang Rp 50 ribu, yang jumbo Rp 55 ribu. Naik turun,” ujar Suarni.
“Kalau ada pemakaian seperti nanti maulid naik lagi bulan puasa hari-hari besar begitu,” jelasnya.
Kemudian minyak curah dan kemasan naik.
Minyak curah Rp 16 ribu per liter naik seribu. Minyak kemasan merek Minyakita Rp 17 ribu satu bungkus biasanya harga pasaran Rp 15 ribu.
Kemudian harga bawang putih cukup mahal Rp 40 ribu per kilogram naik Rp 10 ribu dari biasanya.
Pejual sayuran, Ida mengatakan cabe rawit naik tinggi.
Saat ini Rp 50 ribu per kilogram naik Rp 20 ribu dari biasanya.
Kenaikan harga ini sudah berlangsung sepekan.
Ida mengambil barang dari pasar terong.
“Lombok kecil naik Rp 50 ribu satu kilogram biasanya Rp 30 ribu. Ambil di pasa terong, sepekan sudah (naik),” katanya.
Lombok kriting stabil saja diharga Rp 30 ribu per kilogram.
Harga Tomat turun Rp 6 ribu, sebelumnya Rp 10 ribu per kilogram.
Bawang merah turun dari Rp 45 ribu ke Rp 25 ribu per kilogram, bawang putih stabil Rp 40 ribu per kilogram.
Harga kentang naik Rp 23 ribu per kilogram dapat delapan biji, dulunya Rp 18 ribu.
Wortel turun Rp 8 ribu per kilogram dulunya Rp 12 ribu.
Minyak curah naik Rp 15 per liter, sebelumnya RP 14 ribu.
Minyak kemasan naik Rp20 ribu, dulu Rp 18 ribu satu liter.
Ida juga melihat tahun ajaran baru membuat pasar sepi pembeli.
Tapi tahun ini sangat parah.
Secara umum fluktuasi harga di pasar sudah berlangsung dua pekan belakangan.
“Sepi pasar iya begitu memang setiap tahun tapi ini paling parah. Sudah dua pekan belakangan ini begini,” tandasnya.
Laporan Kontributor TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR, M.Yaumil
| Willy Aditya Hadiri Konsolidasi NasDem di Makassar, Sebut Integritas Kunci Kekuatan Partai |
|
|---|
| Pelajar Sulsel Unjuk Kemampuan Bahasa Mandarin di Final Chinese Bridge 2026 |
|
|---|
| KORMI Makassar Ditantang Gelar Event Sebulan Sekali, Munafri Janji Support Maksimal |
|
|---|
| 58 Narapidana Ikut Hapus Tato Gratis di Rutan Kelas I Makassar |
|
|---|
| Stadion Sudiang Makassar Masuk Tahap Fondasi, Kualitas dan Waktu Harus Dijaga Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pasar-antang.jpg)