Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konfederasi Pekerja Dorong May Day Makassar jadi Ruang Dialog Buruh, Pengusaha dan Pemerintah

Menurut dia, selama ini peringatan May Day identik dengan aksi turun ke jalan sebagai bentuk penyampaian aspirasi buruh.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
MAY DAY 2026 - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan, audiensi bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar, Selasa (28/4/2026). Konfederasi pekerja di Kota Makassar mendorong pelaksanaan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 melalui pendekatan dialog terbuka antara pemerintah, pengusaha, dan buruh. (Humas Pemkot Makassar)  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Konfederasi pekerja di Kota Makassar mendorong pelaksanaan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 melalui pendekatan dialog terbuka antara pemerintah, pengusaha, dan buruh.

Dorongan itu disampaikan dalam audiensi bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar, Selasa (28/4/2026).

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan, Andi Malanti, menilai momentum May Day harus dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih produktif.

“Tentu momentum silaturahmi ini menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja,” ujar Andi Malanti, Rabu (29/4/2026). 

Menurut dia, selama ini peringatan May Day identik dengan aksi turun ke jalan sebagai bentuk penyampaian aspirasi buruh.

Namun, ia menilai pendekatan dialog langsung akan memberi ruang penyelesaian masalah yang lebih efektif.

“Kalau ada ruang seperti panggung dialog, lalu buruh bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung, itu jauh lebih baik,” katanya.

Andi Malanti menyebut, forum seperti itu dapat menjadi titik temu bagi seluruh pihak dalam membahas isu ketenagakerjaan.

Ia mengatakan, pemerintah, pengusaha, dan pekerja perlu menyamakan persepsi agar persoalan hubungan industrial tidak terus berulang.

“Tinggal bagaimana kesepakatan bersama bisa dibangun,” ucapnya.

Meski demikian, dia mengakui sebagian serikat pekerja tetap menyiapkan aksi pada peringatan May Day tahun ini.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika perjuangan buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

“Ini penting untuk dihidupkan kembali agar komunikasi tetap berjalan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya forum rutin yang mempertemukan semua unsur untuk evaluasi dan penyelesaian persoalan tenaga kerja.

Selain itu, keberadaan desk ketenagakerjaan diharapkan dapat menjadi wadah pengaduan bagi para pekerja.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved