Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelajar Sulsel Unjuk Kemampuan Bahasa Mandarin di Final Chinese Bridge 2026

Babak final ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang telah berlangsung sebelumnya

Penulis: Rudi Salam | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Rudi Salam
CHINESE BRIDGE - Suasana pembukaan Chinese Bridge tingkat regional Sulsel di Auditorium Stella Gracia School Jalan Manunggal, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini bertujuan sebagai jembatan untuk mempererat hubungan kebahasaan dan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok. 

Ringkasan Berita:
  • Pelajar SD, SMP, SMA, dan kampus bersaing di Chinese Bridge tingkat regional Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026
  • Babak final ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang telah berlangsung sebelumnya
  • Para peserta harus melalui tahap pengiriman video yang kemudian dinilai sebelum akhirnya lolos ke tahap final

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai Chinese Bridge tingkat regional Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026.

Acara tersebut berlangsung di Auditorium Stella Gracia School Jalan Manunggal, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (25/4/2026).

Ajang bergengsi ini merupakan babak final dari rangkaian seleksi yang sebelumnya telah dilakukan secara daring melalui pengiriman video oleh para peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Kegiatan yang dihadirkan Pusat Bahasa Mandarin Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Confucius Institute ini menghadirkan peserta dari beragam latar belakang.

Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga perguruan tinggi. 

Direktur Confucius Institute sekaligus Kepala Program Studi Bahasa Mandarin Unhas, Ria Rosdiana Jubhari, menjelaskan Chinese Bridge Competition merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh Pusat Bahasa Mandarin di seluruh Indonesia. 

Kegiatan ini bertujuan sebagai jembatan untuk mempererat hubungan kebahasaan dan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjembatani pertukaran bahasa dan budaya antara kedua negara. Peserta tidak hanya diuji kemampuan bahasa Mandarin mereka, tetapi juga pemahaman terhadap budaya Tiongkok,” jelas Rosdiana, saat ditemui sebelum pembukaan acara.

Babak final ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang telah berlangsung sebelumnya. 

Para peserta harus melalui tahap pengiriman video yang kemudian dinilai sebelum akhirnya lolos ke tahap final.

Dalam kompetisi ini, penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara dalam bahasa Mandarin.

Tetapi juga pada kemampuan peserta dalam menceritakan serta menginterpretasikan budaya Tiongkok. 

Nantinya, pemenang akan mewakili Sulsel ke tingkat nasional di Jakarta. 

Selanjutnya, pemenang nasional akan dikirim ke Tiongkok untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved