Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemprov Sulsel Dapat Rp 6,1 Miliar dari Pemerintah, Buat Program Apa?

Terkait pemanfaatan anggaran Rp 6,1 Miliar, Plh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel Andi Darmawan Bintang angat suara.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Faqih imtiyaaz
Plh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Andi Darmawan Bintang (kiri) dan Kepala BKAD Sulsel Salehuddin (kanan) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) baru saja mendapat suntikan anggaran intensif fiskal.
Pemerintah pusat mengirim suntikan anggaran sebesar Rp 6,1 Miliar.

Suntikan dana insentif fiskal ini jadi apresiasi usai keberhasilan Sulsel menjaga angka inflasi.

Terkait pemanfaatan anggaran Rp 6,1 Miliar, Plh Sekretaris Daerah Provinsi atau Plh Sekprov Sulsel Andi Darmawan Bintang angat suara.

"Insentif kan karena usaha daerah menurunkan inflasi, jadi pemanfaatanya bisa ke semua sektor," jelas Andi Darmawan Bintang di Kantor Gubernur Sulsel pada Senin (29/7/2024).

Andi Darmawan Bintang mengaku dana tersebut bisa untuk kebutuhan berkaitan penurunan inflasi.

Bisa juga menjagkau sektor lain penunjang penanganan inflasi.

"Bisa bersentuhan langsung inflasi, bisa juga tidak langsung. Seperti pengembangan infrastruktur atau bagaimana system transportasi pengangkutan komoditas," jelasnya.

"Secara spesifik tidak ada (prioritas), artinya bisa dipakai dimana saja," lanjutnya.

Senada dengannya, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel Salehuddin juga sepakat anggaran Rp 6,1 Miliar bisa digunakan sektor lainnya.

Bahkan menurutnya lebih luas bisa menjangkau program bidang Pendidikan dan Kesehatan.

Diketahui,Angka inflasi di Sulsel memang mencapai titik terbaik di Juni lalu.

Sulsel masuk dalam 5 besar daerah dengan pengendalian inflasi terbaik.

Angka inflasi Sulsel di Juni 2024 turun jadi 2,03 persen (yoy).

Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh menyebut angka ini menjadi sejarah baru di Sulsel.

"Di bulan Juni inflasi sulsel turun menjadi 2,03 ini menjadi sesuatu yang sangat bagus bagi kita," jelas Prof Zudan Arif Fakrullah

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved