Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SD Inpres Pajjaiang Disegel

Dinas Pendidikan Makassar Sebut Ahli Waris Lahan SD Inpres Pajjaiang Lari dari Komitmen

Saat ini Pemkot Makassar sedang melakukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan MA yang memenangkan gugatan ahli waris SD Pajjaiang

Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Komisi D DPRD Makassar foro bersama guru dan pengacara ahli waris lahan usai sidak di SD Inpres Pajjaiang, Jl Pajjaiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin (22/7/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar menyebut bahwa ahli waris lahan SD Inpres Pajjaiang Makassar lari dari komitmen. 

Diketahui, Dinas Pendidikan Kota Makassar telah menawarkan tiga opsi terhadap polemik lahan SD Inpres Pajjaiang

Opsi pertama ahli waris harus menunggu putusan inkrah dari Mahkamah Agung (MA). 

Saat ini Pemkot Makassar sedang melakukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan MA yang memenangkan gugatan ahli waris. 

Opsi kedua kata Muhyiddin, jika ahli waris tetap bersikeras untuk menguasai lahan tersebut maka mereka diminta untuk mengurus sertipikat lahan ketiga sekolah tersebut sebagai bukti kepemilikan.

Opsi lainnya, ahli waris boleh memasang papan bicara di depan sekolah bahwa lahan tersebut masih bersengketa. 

Akan tetapi, ahli waris tidak diperkenankan untuk menyegel sekolah tersebut karena mengganggu aktivitas guru dan peserta didik. 

Dengan ketiga pilihan tersebut, ahli waris diminta untuk membuka segel sekolah mulai hari ini setelah pembelajaran dialihkan ke online atau daring selama tiga hari. 

"Kondisi di lapangan itu, SD Pajjaiang masih disegel, dia (ahli waris) lari dari komitmen, kemarin kita komitmen, kita minta kemarin hari Senin tetap belajar, tetapi (tetap) disegel," ucap Muhyiddin  Senin (22/7/2024).

"Jadi tetap belajar during, makanya opsi opsi yang dikasi untuk persertifikaran termasuk juga menyurat ke pengadilan, kan kita tunggu untuk eksekusi. Kita dari Dinas Pendidikan minta itu tapi susah tongki kalau dia (ahli waris) lari dari komitmen," sambungnya. 

Baca juga: DPRD Makassar Siap Kawal Anggaran Ganti Rugi Lahan SD Inpres Pajjaiang

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin, turun menemui pihak yang melakukan penyegelan terhadap SD Inpres Pajjaiang, Jl Pajjaiang Kecamatan Biringkanaya, Rabu (17/7/2024). 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin, turun menemui pihak yang melakukan penyegelan terhadap SD Inpres Pajjaiang, Jl Pajjaiang Kecamatan Biringkanaya, Rabu (17/7/2024).  (Tribun Timur)

Opsi-opsi di atas kata Muhyiddin telah disampaikan kepada ahli waris melalui pengacara atau penasihat hukum ahli waris. 

Selanjutnya, Dinas Pendidikan akan membahas polemik ini bersama lintas sektor di Balai Kota Makassar Jl Ahmad Yani, Selasa (23/7/2024).

"Besok itu insyaallah ada rapat koordinasi di balai kota jam 2. Kita mengundang semua BPN, Polrestabes, Kejari, dan beberapa unsur lainnya lingkup Pemkot Makassar, kita bicarakan persoalan ini," kata Muhyiddin. 

Untuk sementara, ia meminta seluruh siswa untuk belajar daring. 

"Tunggu dulu besok rapat koordinasi, kita perjelas dulu kedudukannya. Masih daring dulu sampai besok," imbaunya. (*) 


Foto: Ahli waris menyegel SD Inpres Pajjaiang, Jl Pajjaiang Kecamatan Biringkanaya, Senin (22/7/2024). 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved