Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tren Wisuda TK-SMP di Hotel Berbintang, Kadisdik Makassar: Itu Tak Wajib

Jika wisuda tersebut diinisiasi oleh sekolah, hal tersebut tidak dibenarkan karena akan memberatkan orang tua siswa. 

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
ist
Ilustrasi Wisuda - Wisuda sedang tren di kalangan pelajar di Kota Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kegiatan wisuda TK, SD, dan SMP di Kota Makassar menjadi perbincangan. 

Belakangan ini, perpisahan atau tutup tahun bagi siswa yang telah menamatkan pendidikan dikemas dalam kegiatan wisuda

Wisuda non sarjana pun sedang tren di kalangan pelajar di Kota Makassar, tidak sedikit sekolah yang menggelar wisuda di tempat mewah, seperti hotel. 

Salah satu orang tua siswa yang tak ingin disebut namanya mengaku keberatan dengan wisuda ini. 

Sebab mereka harus merogoh kocek untuk membiayai hotel hingga seragam untuk gelaran wisuda tersebut. 

Baca juga: Sarat Nilai Perjuangan, Disdik Sulsel Ajak Guru dan Siswa Nonton Film Lafran

"Sekarang banyak acara wisuda yang dibuat di hotel, ini memberatkan orang tua karena kita butuh siapkan uang untuk pembayaran hotelnya, bajunya, dan yang lain," keluhnya. 

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin mengatakan, kegiatan wisuda di hotel tidak diwajibkan. 

Apalagi jika wisuda tersebut diinisiasi oleh sekolah, hal tersebut tidak dibenarkan karena akan memberatkan orang tua siswa. 

Kegiatan wisuda, kata Muhyiddin, bisa dilaksanakan dimanapun, tidak mesti di hotel berbintang. 

"Tidak wajib di hotel, terserah di mana, mau di sekolah, di halaman sekolah, tergantung (kesepakatan dengan orang tua)," ucap Muhyiddin, Minggu (23/6/2024). 

Kecuali jika acara tersebut diinisiasi oleh orang tua siswa. 

Baca juga: Sekolah Putri Darul Istiqamah Wisuda 108 Santri, Anies Baswedan Beri Selamat

Muhyiddin mengaku, rata-rata agenda  wisuda di hotel diinisiasi oleh orang tua siswa. 

Ia pun kerap mendapat undangan untuk menghadiri acara perpisahan tersebut. 

"Wisuda tergantung orang tua, yang penting bukan pihak sekolah yang laksanakan atau inisiasi. Saya biasa diundang juga tapi memang orang tua langsung yang mengadakan, guru hadir sebagai undangan," katanya. 

"Kami tidak bisa larang dan sanksi karena orang tua yang laksanakan. Kalau pihak sekolah yang selenggarakan di hotel, guru-guru dan lain-lain pasti kami berikan sanksi tegas karena memang kami larang," sambungnya.(*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved