Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar 2024

Tingkatkan Partisipasi Pemilu, KPU Makassar Sosialisasi di Warkop Dg Anas

Target ini lebih tinggi dibandingkan dengan partisipasi pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun 2020 yang mencapai 59,6 persen.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Suasana diskusi bertajuk 'Demokrasi Bincang Partisipasi Bersama KPU RI" yang berlangsung di Warkop DG Anas, Jl RSI Faisal, Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/6/2024) pagi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar bertekad meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dengan target mencapai 65 persen. 

Target ini lebih tinggi dibandingkan dengan partisipasi pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun 2020 yang mencapai 59,6 persen.

Anggota KPU Makassar, Abdi Goncing, menyampaikan harapan tersebut saat melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada Pilkada Serentak 2024 dalam bentuk kegiatan Café Demokrasi. 

Menghadirkan pemantik, yakni Tenaga Ahli KPU RI Erik Kurniawan, Anggota KPU Sulsel Husain, dan anggota Bawaslu Makassar Rahmat Sukarno.

Acara ini bertemakan "Bincang Partisipasi Bersama KPU RI" dan berlangsung di Warkop Dg Anas, Jl RSI Faisal Makassar, Jumat (21/6/2024) pagi.

"Kami di KPU Makassar menargetkan 65 persen dari Pilwali 2020. Harapannya tingkat partisipasi pemilih meningkat," kata Abdi Goncing.

Lebih lanjut, Abdi Goncing mengungkapkan berbagai problematika yang terjadi pada setiap pesta demokrasi. 

"Masifnya politik uang di kalangan masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi," ungkapnya.

Menurut Abdi, pendidikan politik yang masih rendah di kalangan masyarakat menyebabkan kurangnya pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak pilih. 

Selain itu, praktik politik uang yang masif dan ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) semakin memperkeruh proses demokrasi.

Olehnya, melalui diskusi ini, Abdi Goncing mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu KPU
dalam mengedukasi masyarakat.

"Kami berharap diskusi ini terus berlanjut. Program ini selain menyapa pemilih, juga menampung saran dan masukan dari masyarakat," tambahnya.

KPU Makassar juga berharap dapat mendorong kesadaran warga untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2024 mendatang.

Hak itu demi terciptanya proses demokrasi yang lebih sehat dan berintegritas.

Terpisah, peserta diskusi, Muhammad Taufik mengkritik kinerja KPU Makassar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved